Kompas.com - 09/10/2018, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2006 mungkin bisa dibilang menjadi masa kelam bagi Ali Ammar (48). Saat itu, ia harus kehilangan dua kakinya akibat terkena serangan bom yang terjadi di Baghdad, Irak.

Peristiwa yang menerpa Ali itu sempat membuatnya terpuruk.

"Pagi itu saya mau pergi bekerja. Kemudian tiba-tiba saya terkena bom dan kehilangan dua kaki saya. Saya sempat terpuruk saat awal musibah itu," kata Ali dikutip dari laman asianparagames2018.id, Senin (8/10/2018).

Pada suatu ketika setelah peristiwa kelam yang menimpanya, Ali menonton laga anggar. Momen tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.

Baca juga: Dulu Kehilangan Kaki di Balap Motor, Kini Fadli Sumbang Medali Asian Para Games

Berkat dorongan kuat di dalam diri dan ditambah motivasi dari keluarga dan sahabat, Ali pun mencoba bangkit dengan mulai serius menggeluri anggar kursi roda.

Beberapa tahun berselang, Ali dapat meraih prestasi berkat kerja kerasnya. Pada 2016, ia berhasil meraih perak kategori B di Paralimpiade Rio. Prestasi serupa kembali diulanginya di Asian Para Games 2018 di Jakarta.

"Alasan saya memilih anggar karena dorongan pelatih saya yang sekarang. Pelatih sangat mendukung saya menjadi atlet anggar sejak awal karena saya memiliki jangkauan tangan yang panjang,” ucap Ali.

Baca juga: Sapto Yogo Purnomo Tak Berpikir soal Bonus, Hanya Ingin Bela Negara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.