Kompas.com - 24/09/2018, 14:44 WIB

CHANGZHOU, Kompas.com -  Perjuangan Anthony Sinisuka Ginting menuju podium juara China Open 2018 tidaklah mudah. Ia harus melewati sejumlah rintangan berat sejak babak pertama. Sebagai pemain yang tak diunggulkan di turnamen level Super 1000 ini, wajar jika Anthony harus bertemu para unggulan di babak awal.

Di babak pertama, ia sudah harus menghadapi Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Anthony meraih kemenangan atas Lin dengan permainan tiga gim, 22-24, 21-5, 21-19. Pemain rangking satu Viktor Axelsen dari Denmark menjadi lawan Anthony di babak kedua, Anthony pun bisa mengatasi rintangan ini, ia menang straight game dengan skor 21-18, 21-17.

Lepas dari Axelsen, Anthony sudah ditunggu Chen Long, pemain tuan rumah yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2018. Anthony menaklukkan Chen dengan skor 18-21, 22-20, 21-16. Di semifinal, Anthony membalas kekalahannya atas Chou Tien Chen (Taiwan), di semifinal Asian Games 2018. Kali ini Anthony membungkam Chen dengan skor 12-21, 21-17, 21-15.

Partai puncak pun tak lantas mudah bagi Anthony. Ia mesti berhadapan dengan Kento Momota, sang Juara Dunia 2018 yang permainannya tengah menanjak. Anthony ternyata berhasil mengatasi Momota dengan dua game langsung, 23-21, 21-19.

"Saya bersyukur bisa melewati undian yang berat, kuncinya ya saya cuma berusaha, nggak terbebani. Waktu draw keluar, saya cuma melihat siapa lawan saya di babak pertama, itu saja. Makanya kalau ditanya, peluang lawan si A si B di perempat final, semifinal, saya tidak tahu, karena saya tidak perhatikan sampai ke sana. Saya fokus pada lawan yang akan saya hadapi besok," ujar Anthony kepada Badmintonindonesia.org.

Di Asian Games 2018, media asing menjuluki pemain jebolan klub SGS PLN Bandung ini dengan sebutan "The Giant Killer" karena ia berhasil meruntuhkan pemain-pemain unggulan. Di turnamen ini, Anthony kembali melakukan hal yang sama untuk menepis keraguan orang akan capaiannnya di turnamen ini dengan hasil undian 'neraka'.

Namun sebelum partai final, ia menyebutkan bahwa apa yang diraihnya di turnamen ini belumlah lengkap, karena ia masih harus berhadapan dengan Momota di final.

"Sekarang baru beda rasanya, saya merasa senang karena mendapat gelar di turnamen level Super 1000 pertama saya, dan saya merasa perjuangan di turnamen ini komplit karena saya bisa keluar sebagai juaranya. Bukan cuma mengalahkan unggulan saja," ucap Anthony.

Menjawab pertanyaan banyak orang mengenai grafik penampilannya yang menanjak, Anthony menyebutkan bahwa ia memang belajar banyak hal demi meningkatkan performanya. Anthony memetik banyak pelajaran dari ajang Asian Games 2018, di mana ia meraih medali perunggu di perorangan, dan medali perak bersama tim beregu putra.

"Hal paling penting yang saya pelajari adalah dari Asian Games kemarin, saya mencoba untuk lebih menikmati permainan saya di lapangan. Kalau dari segi persiapan, yang paling berpengaruh adalah soal fisik saya. Kita tidak tahu bagaimana hasil undian kita di sebuah turnamen, jadi kalau dapat lawan yang berat terus, harus punya fisik yang prima untuk bisa sampai ke final dan juara," tutur Anthony.

Dengan hasil ini, Anthony menjadi salah satu penakluk turnamen level 1000 di tahun ini. Hanya ada 3 turnamen level 1000 setiap tahunnya yang diselenggarakan di Tiongkok, Indonesia dan di Inggris (All England). Shi Yuqi dari Tiongkok menjadi peraih gelar All England 2018. Sedangkan titel Blibli Indonesia Open 2018 direbut Momota. Anthony menjadi salah satu dari deretan pemain muda yang disebut generasi baru di tunggal putra yang perlahan mulai menggeser eksistensi para senior seperti Lin Dan, Chen Long dan Lee Chong Wei.

"Eranya Ginting? Mungkin belum ya, nanti kalau saya sudah bisa konsisten, mungkin bisa. Soal komentar mengenai saya adalah salah satu pemain yang paling bertalenta, saya ucapkan terima kasih, saya tidak tahu mengomentari ini, biar orang yang menilai. Generasi muda tunggal putra saat ini banyak sekali yang bagus, Momota, Axelsen, Shi Yuqi dan masih banyak lagi," sebut Anthony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maria Sole Ferrieri Caputi, Wanita Pengukir Sejarah di Liga Italia

Maria Sole Ferrieri Caputi, Wanita Pengukir Sejarah di Liga Italia

Sports
Undang Psikolog ke Rumah, Ronaldo Curhat soal Kehidupan dan Masa Depan

Undang Psikolog ke Rumah, Ronaldo Curhat soal Kehidupan dan Masa Depan

Liga Inggris
Pengertian Gerakan Meroda dan Cara Melakukannya

Pengertian Gerakan Meroda dan Cara Melakukannya

Sports
Arema FC vs Persebaya, Javier Roca Pastikan Tak Ada Kompromi Untuk Persebaya

Arema FC vs Persebaya, Javier Roca Pastikan Tak Ada Kompromi Untuk Persebaya

Liga Indonesia
Kilas Balik Piala Dunia 1962: Panggung Garrincha, Brasil Kembali Naik Takhta

Kilas Balik Piala Dunia 1962: Panggung Garrincha, Brasil Kembali Naik Takhta

Sports
Daftar Top Skor Liga 1, Striker Brasil Kuasai Papan Atas

Daftar Top Skor Liga 1, Striker Brasil Kuasai Papan Atas

Liga Indonesia
Momen Respek AFC Futsal Cup: Skuad Iran Beri Aplaus pada Suporter Indonesia

Momen Respek AFC Futsal Cup: Skuad Iran Beri Aplaus pada Suporter Indonesia

Sports
Arema FC Vs Persebaya, Tiga Pemain Timnas Bajul Ijo Langsung Bisa Main

Arema FC Vs Persebaya, Tiga Pemain Timnas Bajul Ijo Langsung Bisa Main

Liga Indonesia
Arema FC Vs Persebaya, Kata 3 Pemain Singo Edan soal Kekuatan Persebaya

Arema FC Vs Persebaya, Kata 3 Pemain Singo Edan soal Kekuatan Persebaya

Liga Indonesia
Klasemen Liga 1: Tak Ada yang Seperti PSM, Persija Mendekati, Persib...

Klasemen Liga 1: Tak Ada yang Seperti PSM, Persija Mendekati, Persib...

Liga Indonesia
Ranking BWF Ganda Putri: Apriyani/Fadia Naik Peringkat Jelang Denmark Open 2022

Ranking BWF Ganda Putri: Apriyani/Fadia Naik Peringkat Jelang Denmark Open 2022

Sports
Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persis Vs PSM, PSS Vs Persita

Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persis Vs PSM, PSS Vs Persita

Liga Indonesia
Jadwal Liga Inggris Pekan 9: Derbi Arsenal Vs Tottenham, Man City Vs Man United

Jadwal Liga Inggris Pekan 9: Derbi Arsenal Vs Tottenham, Man City Vs Man United

Sports
Sebuah Tanda dan Panggilan 'Pak Ketum' dari Shin Tae-yong

Sebuah Tanda dan Panggilan "Pak Ketum" dari Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Jadwal MotoGP Thailand 2022, Balapan Krusial Menuju Gelar Juara

Jadwal MotoGP Thailand 2022, Balapan Krusial Menuju Gelar Juara

Motogp
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.