Selangkah Lagi, Momota Ukir Sejarah Japan Open

Kompas.com - 15/09/2018, 13:19 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota mengembalikan bola ke arah pasangan asal Indonesia, Tommy Sugiarto dalam laga babak perempat final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-11 21-15. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota mengembalikan bola ke arah pasangan asal Indonesia, Tommy Sugiarto dalam laga babak perempat final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-11 21-15.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis kidal andalan Jepang, Kento Momota, meraih tiket final turnamen Japan Open 2018. Dia lolos setelah menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Denmark yang berstatus juara bertahan, Viktor Axelsen.

Momota, yang kini menempati peringkat keempat dunia, menghabiskan waktu 53 menit untuk lolos ke final. Dalam pertandingan semifinal di Musashino Forest Sports Plaza, Jepang, Sabtu (15/9/2018), Momota menang straight game 21-18, 21-11.

Baca Juga: PSG Harus Ekstra Hati-hati Lawan Liverpool

Kemenangan tersebut kian menegaskan dominasi Momota atas Axelsen karena sang juara dunia 2018 tersebut unggul 9-1 dalam rekor pertemuan. Selain itu, Momota tinggal selanglah lagi untuk merajut sejarah sebagai tunggal putra pertama dari Jepang yang menjadi juara di sini sejak turnamen tersebut digelar pada 1977.

Pada partai final, Minggu (16/9), Momota, yang menang atas legenda bulu tangkis dunia asal China, Lin Dan (juara Japan Open 2005, 2006, 2015) pada perempat final, akan menghadapi pemenang duel antara Lee Dong Keun (Korea Selatan) atau Khosit Phetpradab (Thailand).

Sementara itu dari sektor tunggal putri, Nozomi Okuhara mencapai final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Aya Ohori, dengan 21-12, 21-12. Selanjutnya, unggulan kedelapan ini akan berhadapan dengan Carolina Marin (Spanyol) atau Chen Yufei (China) dalam pertarungan memperebutkan gelar.

Marin berstatus juara bertahan turnamen ini. Sementara itu, Okuhara berusaha mengulangi prestasi tahun 2015 ketika naik podium utama dan menjadi tunggal putri kedua dari Jepang yang meraih podium utama turnamen ini setelah Akane Yamaguchi melakukannya pada 2013.

Hasil pertandingan lain, ganda camppuran China yang merupakan unggulan utama, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, lolos ke final. Mereka menang 21-16, 17-21, 21-14 atas pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Pada partai final, Zheng/Huang bertemu kompatriotnya yang berstatus juara bertahan, Wang Yilyu/Huang Dongping. Wang/Huang lolos setelah menang 21-15, 21-17 atas pasangan tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X