Naomi Osaka Diet Ketat Demi Raih Trofi US Open 2018 - Kompas.com

Naomi Osaka Diet Ketat Demi Raih Trofi US Open 2018

Kompas.com - 14/09/2018, 17:31 WIB
Petenis Jepang, Naomi Osaka, berpose dengan trofi juara setelah memenangi pertandingan final tunggal putri US Open 2018 melawan Serena Williams dari Amerika Serikat, Minggu (9/9/2018).JULIAN FINNEY Petenis Jepang, Naomi Osaka, berpose dengan trofi juara setelah memenangi pertandingan final tunggal putri US Open 2018 melawan Serena Williams dari Amerika Serikat, Minggu (9/9/2018).

KOMPAS.com - Petenis Jepang, Naomi Osaka, harus melakoni diet ketat untuk menjuarai US Open 2018.

Naomi Osaka menjadi pusat perhatian setelah berhasil mengalahkan Serena Williams di final US Open, Minggu (9/9/2018).

Di usia 20 tahun, gadis yang mengawali karier tenis profesional pada 2013 ini harus bekerja keras dan menjalani pola makan sehat untuk menunjang performanya di lapangan.

Osaka pun wajib menjalani diet ketat baik selama maupun di luar turnamen.

“Ini akan terdengar agak ekstrem, tetapi selama off-season, saya makan makanan rebus. Saya akan merebus ayam dan brokoli, dan tidak ada karbohidrat,” kata Osaka kepada Teen Vogue, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Disoraki Penonton Saat Terima Trofi, Naomi Osaka Tak Sedih

Petenis yang kini menempati peringkat ketujuh dunia ini baru melonggarkan dietnya selama kompetisi.

“Saya sudah makan sarapan yang sama selama dua pekan ini (salmon bagel). Saya memakannya sebelum pertandingan,” kata wanita yang memiliki ibu asli Jepang dan ayah berdarah Haiti ini.

Osaka pun harus melakukan pengorbanan besar dengan menghindari makanan favoritnya, es krim.

"Hanya es krim green tea (yang boleh dimakan). Saya tidak memakannya ketika saya berlatih, tetapi jika saya memenangi turnamen, saya pasti langsung ingin (mencicipi). Tapi saya masih belum bisa mencicipinya sekarang,” katanya. 

Baca juga: Naomi Osaka Bisa Jadi Petenis Nomor Satu Dunia

Sebentara lagi, Osaka akan terbang ke Tokyo. Namun, tidak akan ada sushi dalam daftar menu makanan saat dia pulang ke Jepang.

“Banyak hidangan nasi yang enak. Saya tidak benar-benar diizinkan untuk makan karbohidrat yang berpengaruh ke turnamen, jadi saya sedikit sedih tentang itu. Tapi, mudah-mudahan, saya akan memiliki setidaknya satu makanan enak,” katanya. (Nina Andrianti Loasana )



Close Ads X