BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan 76 Rider

Ketika "Extreme Sport" Jadi Profesi, Bukan Lagi Sekadar Hobi

Kompas.com - 13/09/2018, 18:56 WIB


KOMPAS.com
– Kaget sekaligus tak percaya. Begitulah ekspresi perdana Khoiful Mukhib saat mengetahui dirinya mendapat bonus Rp 1,5 milliar usai merebut medali emas dari cabang olahraga ekstrem sepeda downhill di Asian Games 2018.

"Ya sangat senang dan kaya gak nyangka dapet bonus sebesar itu. Uang bonus ini akan saya gunakan untuk membuka usaha," tulis Mukhib lewat pesan Whatsapp kepada Kompas.com, Rabu (9/6/2018).

Anak pengrajin mebel dan pedagang sembako ini berhasil mendulang medali emas usai mencatatkan waktu tercepat di nomor balap sepeda downhill putera dengan raihan 2 menit 16,687 detik.

Dia unggul tipis dari atlet Taiwan Shenshan Chiang dan Thailand Suebsakun Sukchanya dengan selisih 1,497 detik dan 1,762 detik.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp 1,5 milliar, sebuah rumah dan pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) kepada atlet perseorangan yang meraih medali emas.

Selain Mukhib, Indonesia meraih pula 1 emas dan 1 perunggu dari nomor sepeda downhill puteri di cabang olahraga extreme sport ini.

Sama dengan Mukhib, atlet perseorangan peraih perak dan perunggu juga mendapat bonus, besarnya mencapai Rp 500 juta dan Rp 250 juta.

(BACA JUGA: INFOGRAFIK: Rincian Bonus bagi Atlet Peraih Medali Asian Games 2018)

Capain prestasi dan guyuran bonus yang pebalap sepeda downhill Indonesia terima di Asian Games pun membuktikan bahwa menekuni extreme sport bukan lagi sekadar hobi, tapi sudah menjadi profesi menjanjikan.

Kesempatan terbuka lebar

Di Indonesia kesempatan untuk menjadi atlet extreme sport seperti Khoiful Mukhib terbuka lebar. Pasalnya, ada banyak komunitas balap ekstrem yang mendukung hal itu terjadi. Salah satunya adalah 76 Rider.

Untuk diketahui 76 Rider adalah wadah komunitas untuk rider-rider terbaik di Indonesia yang bukan hanya bernyali, melainkan juga punya prestasi di bidang masing-masing.

Di dalam komunitas ada banyak kejuaraan extreme sport yang digelar secara rutin. Antara lain, kejuaraan balap sepeda downhill yang terdiri dari 76 Indonesian Downhill (76 IDH) dan 76 Indonesian Downhill Urban (versi ringan dari 76 IDH yang menyusuri jalur pedesaan).

Free practice Trail Game Asphalt seri Mijen, Semarang April 2018D Free practice Trail Game Asphalt seri Mijen, Semarang April 2018
Lalu, kejuaraan balap berbasis motor trail atau motocross yang terdiri dari dua kategori balap. Pertama, Trail Game Dirt (TGD) dengan trek balap tanah dan kedua Trail Game Asphalt (TGA) yang menggunakan kombinasi trek tanah serta aspal.

Animo peserta yang mengikuti 4 kejuaraan ekstrem sport yang digelar 76 Rider pun begitu banyak. Doni, salah satu penanggung jawab konten live streaming keempat kompetisi ini mengatakan bahwa peserta TGA bisa mencapai 50-100 pebalap.

Adapun TGD bisa mencapai 20 peserta untuk kelas profesional dan jumlah itu akan meningkat pada kelas komunitas lokal. Sementara itu, jumlah peserta balap sepeda downhill tercatat lebih besar dari TGA dan TGD.

"Kalau kompetisi balap sepeda downhill, baik itu 76 IDH dan 76 IDH Urban pesertanya mencapai 200-an pebalap," kata dia, Senin (27/9/2018).

Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti kejuaraan 76 IDH dibenarkan pula oleh Manager 76 Rider Downhill Team, Rudy Purnomo. Menurut dia, hal ini terlihat dari wajah-wajah baru yang muncul setiap kali seri 76 IDH digelar.

Berawal dari komunitas

Sebagai informasi, 76 IDH kali pertama berlangsung pada 2010. Event ini digelar untuk merespons animo komunitas Downhill Bike Indonesia (UKDI) yang aktif mengadakan balapan dengan dana swadaya.

Tak cuma menampung animo UKDI, 76 IDH diadakan untuk menarik minat peserta baru agar mengikuti kejuaraan. Tujuannya supaya proses regenerasi pebalap downhill nasional bisa berjalan dan berujung pada peningkatan prestasi atlet downhill Indonesia.

Khoiful Mukhib saat pertandingan final cabang olahraga sepeda balap downhill Asian Games 2018, di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8/2018). DOK 76 Rider Khoiful Mukhib saat pertandingan final cabang olahraga sepeda balap downhill Asian Games 2018, di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8/2018).
Hal ini kemudian terbukti pada diri Khoiful Mukhib. Atlet kelahiran Jepara, 15 Desember 1990 ini bisa mampu meraih medali emas di Asian Games 2018 karena telah matang di kompetisi 76 IDH.

Pebalap asal 76 Rider Team ini telah mampu tampil sebagai juara umum pada beberapa kelas di 76 IDH. Antara lain adalah juara nasional 76 IDH kelas man sports (2010) dan juara nasional kelas man elite 76 IDH pada musim 2012, 2013, 2014 serta 2016.

Apa yang Mukhib raih di Asian Games dan 76 IDH membuktikan bahwa berkarier di dunia extreme sport di Indonesia adalah sesuatu yang memungkinkan dan bahkan menjanjikan.

Jalan untuk menggapainya juga sudah terbuka lebar berkat adanya komunitas extreme sport dan kejuaraan yang menyertainya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Malaysia Open 2022: Gregoria Singkirkan Akane Yamaguchi!

Hasil Malaysia Open 2022: Gregoria Singkirkan Akane Yamaguchi!

Badminton
Kritik Thomas Doll soal Kualitas Lapangan Latihan Persija di Samarinda

Kritik Thomas Doll soal Kualitas Lapangan Latihan Persija di Samarinda

Liga Indonesia
Praveen Cedera Pinggang, Pramel Lewatkan Malaysia Open 2022 dan Absen Panjang

Praveen Cedera Pinggang, Pramel Lewatkan Malaysia Open 2022 dan Absen Panjang

Badminton
Jadwal Piala Presiden 2022: RANS Nusantara Buru Tiket Sisa ke Perempat Final

Jadwal Piala Presiden 2022: RANS Nusantara Buru Tiket Sisa ke Perempat Final

Liga Indonesia
Penyebab Bali United Hancur Lebur di Tangan Wakil Kamboja Visakha FC

Penyebab Bali United Hancur Lebur di Tangan Wakil Kamboja Visakha FC

Liga Indonesia
RANS Nusantara Akan Bangun Ronaldinho Field, Tempat Latihan Pemain

RANS Nusantara Akan Bangun Ronaldinho Field, Tempat Latihan Pemain

Liga Indonesia
Alasan Bhayangkara FC Main Serius Saat Kalahkan Timnas U19 Indonesia

Alasan Bhayangkara FC Main Serius Saat Kalahkan Timnas U19 Indonesia

Liga Indonesia
Update Transfer Frenkie De Jong: Man United Temui Kemajuan

Update Transfer Frenkie De Jong: Man United Temui Kemajuan

Liga Inggris
32 Besar Malaysia Open 2022: Tersaji Indonesia Vs Malaysia, Gregoria Lawan Akane Yamaguchi

32 Besar Malaysia Open 2022: Tersaji Indonesia Vs Malaysia, Gregoria Lawan Akane Yamaguchi

Badminton
[POPULER BOLA] Wakil Malaysia Ingin Suasana Istora | Alasan Ronaldinho Cuma Main Sekali

[POPULER BOLA] Wakil Malaysia Ingin Suasana Istora | Alasan Ronaldinho Cuma Main Sekali

Badminton
Daftar Pemakai Nomor Punggung 17 di Bayern Muenchen, Sadio Mane Terbaru

Daftar Pemakai Nomor Punggung 17 di Bayern Muenchen, Sadio Mane Terbaru

Sports
Malaysia Open 2022, Merah Putih Mesti Move On dari Hasil Buruk di Istora

Malaysia Open 2022, Merah Putih Mesti Move On dari Hasil Buruk di Istora

Badminton
Ketika Pemain Timnas Voli 'Blusukan' ke Desa...

Ketika Pemain Timnas Voli "Blusukan" ke Desa...

Sports
Daftar Tim Lolos Perempat Final Piala Presiden 2022: PSS Masuk, Sisa Satu Slot

Daftar Tim Lolos Perempat Final Piala Presiden 2022: PSS Masuk, Sisa Satu Slot

Liga Indonesia
PSS Sleman Vs Dewa United, Polisi Amankan 18 Suporter

PSS Sleman Vs Dewa United, Polisi Amankan 18 Suporter

Sports
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.