Kompas.com - 08/09/2018, 14:23 WIB
Kompas TV Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno berinovasi dengan memakai rumput jenis terbaru di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Akhirnya Kota Solo atau Surakarta terpilih menjadi tempat penyelenggara acara tersebut.

Baca juga: Saat Indonesia Catat Prestasi di Pesta Olahraga Difabel pada 1975

Persiapan hanya berlangsung satu setengah bulan dengan dana terbatas menjadi tantangan bagi pihak penyelenggara. Mengingat ketika itu, pihak Belanda masih berseliweran menjaga pos pos penting di Indonesia.

Pada 9 september 1948, acara itu dimulai. Stadion Sriwedari menjadi saksi bisu acara tersebut. Presiden Soekarno membuka acara itu dan menjadi momentum sejarah perolahragaan Indonesia.

Semenjak saat itulah, momen pembukaan PON 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional.

Bermacam cabang olahraga

Pekan Olahraga Nasional (PON) I mempertandingkan sembilan cabang olahraga, seperti atletik, bola keranjang, bulu tangkis, sepak bola, Tenis, renang, panahan, bola basket, dan pencak silat.

Sebanyak 600 atlet dari 13 kota atau karesidenan memperebutkan juara dalam berbagai cabang olahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karesidenan itu antara lain Karesidenan Surakarta, Karesidenan Yogyakarta, Karesidenan Kediri, Karesidenan Jakarta, Karesidenan Kedu, Karesidenan Madiun, Karesidenan Malang, Karesidenan Madiun, Karesidenan Pati, Karesidenan Surabaya, Bandung, Banyuwangi dan Magelang.

Acara tersebut berlangsung sampai 12 September 1948 dengan hasil Karesidenan Surakarta mendapatkan tempat pertama dengan 36 medali. Posisi kedua adalah Karesidenan Yogyakarta dengan 23 medali, disusul Karesidenan Kediri sebanyak 12 medali.

Acara penutupan dilaksanakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).

Sayangnya, pelaksanaan PON 1 hanya sederhana dan diikuti oleh atlet yang berasal dalam Pulau Jawa. Karena keamanan dan kondisi Indonesia yang masih dalam pendudukan Belanda, harapan untuk mendatangkan atlet dari seluruh provinsi di Indonesia tak bisa terwujud.

Namun, sampai sekarang acara itu masih berlangsung sebagai bukti dukungan Indonesia dalam dunia olahraga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.