BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan AOV

Bersejarah, AOV Jadi Game Pertama Pertandingan eSports di Asian Games

Kompas.com - 30/08/2018, 15:31 WIB
Timnas Indonesia saat bertanding game AOV di Asian Games 2018 Garena IndonesiaTimnas Indonesia saat bertanding game AOV di Asian Games 2018

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, cabang eSports dipertandingkan di Asian Games 2018. Meski masih bertajuk eksibisi, tapi persaingan sengit tetap dipertunjukkan oleh para gamers dari berbagai negara. Mereka datang untuk memperebutkan medali emas pertama dalam sejarah eSports Asian Games.

BriTama Arena yang berada di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta dipilih sebagai tempat bertanding mereka. Total ada enam game yang dipertandingkan mulai dari 26 Agustus hingga 1 September, salah satu di antaranya adalah Arena of Valor (AOV).

Bagi para pencinta game mobile, pasti sudah tidak asing mendengar game yang dikembangkan oleh Tencent dan dipublikasikan oleh Garena ini.

Adu ketepatan strategi dan pertarungan sengit penuh serangan merupakan ciri khas game AOV. Selain itu, yang tak kalah penting adalah kerja sama antar pemain di dalam tim.

"Kerja sama dalam tim merupakan kunci utama untuk menang di game ini. Terkait hal itu, kami dari tim Indonesia mengadakan kamp pelatihan untuk mempererat chemistry antar pemain dan melakukan beberapa uji tanding sebelum kompetisi dimulai," ujar Produser AOV Indonesia Hans Kurniadi kepada Kompas.com, Minggu (26/8/2018).

Adapun para pemain yang lolos seleksi ke dalam timnas Indonesia adalah Glen "Kurus", Ilham "Susu Gajah", Farhan "Hans", Muhammad "Naitomea", Ansen "Easy", serta Yay "Wyvorz" sebagai pemain cadangan.

Selain timnas Indonesia yang hadir sebagai tuan rumah, kompetisi AOV ini juga diikuti oleh tujuh negara lainnya, yakni timnas China, China Taipei, Thailand, Laos, Vietnam, Hongkong, dan India.

Saling runtuhkan menara lawan

Salah satu tips untuk bisa memenangkan pertandingan AOV adalah kerja sama yang apik antar pemain. Kerja sama ini diperlukan untuk mengincar titik lemah pertahanan lawan dan meruntuhkan menara yang terdapat di area musuh.

Semakin banyak pemain yang merobohkan menara lawan, maka kesempatan untuk menjadi pemenang akan semakin terbuka lebar.

Namun, untuk melakukannya tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Strategi yang tepat serta momentum adalah kunci utamanya.

Hal tersebutlah yang dipertunjukkan timnas China saat melawan timnas Thailand di laga penyisihan pertama.

Awalnya, Thailand menguasai jalannya pertandingan dengan berhasil meruntuhkan tiga sampai empat menara China. Namun, di tengah pertandingan, China menampilkan strategi serangan beruntun yang berhasil menyudutkan tim Thailand.

Di akhir laga, timnas China unggul atas timnas Thailand dengan skor 2-0.

Timnas Indonesia melawan timnas China Taipei pada babak penyisihan game AOV di Asian Games 2018.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Timnas Indonesia melawan timnas China Taipei pada babak penyisihan game AOV di Asian Games 2018.

Di laga penyisihan lainnya, timnas Indonesia harus berjuang melawan timnas dengan peringkat nomor satu se-Asia Timur, yakni China Taipei.

Pada awal laga, ada semburat optimisme yang ditunjukkan timnas Indonesia. Mereka bisa bertahan dari serangan China Taipei yang tampak lebih menguasai jalannya pertandingan.

Apalagi pendukung Indonesia yang hadir di dalam arena terus mendukung timnas dengan nyanyian dan tepuk tangan yang meriah. Hal tersebut mampu menambah semangat dan energi positif para pemain Indonesia.

Namun sayangnya, timnas China Taipei masih terlalu kuat bagi pertahanan Indonesia. Hanya beberapa menit setelahnya, China Taipei berhasil mengurung tim Merah Putih di areanya dan terus menggempur menara yang dimiliki timnas Indonesia.

Di penghujung laga, Indonesia akhirnya harus menyerah dari China Taipei dengan skor 0-2.

Dengan begini, pada laga selanjutnya tim pemenang akan bertemu dengan tim pemenang (China vs China Taipei), serta tim yang kalah, yakni Indonesia dan Thailand akan bertemu di ronde selanjutnya.

Indonesia belum bisa raih kemenangan

Pada pertandingan kedua tersebut, Indonesia dan Thailand memiliki pertahanan yang sama kuat. Jual beli serangan terjadi antar keduanya.

Hasilnya, skor 1-1 diraih kedua tim setelah bertarung selama dua set. Kemudian pada set ketiga, pertarungan kembali sengit.

Namun, di akhir laga lagi-lagi Indonesia belum bisa menyudahi perlawanan Thailand yang terlihat kompak. Tim Merah Putih pun tersingkir dengan skor 1-2.

Ilham, salah satu pemain timnas Indonesia mengakui bahwa kekompakan dan strategi tim lawan lebih unggul di set ketiga.

Timnas China keluar sebagai juara kompetisi AOV dan berhak untuk mendapatkan medali emas di ajang eSports pertama Asian Games.Garena Indonesia Timnas China keluar sebagai juara kompetisi AOV dan berhak untuk mendapatkan medali emas di ajang eSports pertama Asian Games.

"Dari segi teknis sebenarnya kami bisa mengimbangi Thailand, tapi dari segi kekompakan tim mereka lebih unggul. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami dan semoga kompetisi selanjutnya kami lebih siap," tuturnya pasca pertandingan.

Dengan begini, usai sudah perjuangan timnas Indonesia di kompetisi game AOV. Adapun medali emas berhasil diraih oleh timnas China. Sementara itu juara kedua dan ketiga ditempati oleh timnas China Taipei dan Vietnam.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya