Sebelum Jonatan Christie, Ini Tunggal Putra Indonesia Peraih Emas Asian Games

Kompas.com - 28/08/2018, 17:02 WIB
Pemain tunggal putra Indonesia yang pernah meraih emas di Asian Games. Dari kiri ke kanan: Lim Swie King,  Haryanto Arbi, Taufik HIdayat, dan Jonatan Christie. KOMPAS/Danu Kusworo, Julian Sihombing, Yuniadhi Agung & KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemain tunggal putra Indonesia yang pernah meraih emas di Asian Games. Dari kiri ke kanan: Lim Swie King, Haryanto Arbi, Taufik HIdayat, dan Jonatan Christie.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia karena selalu menyumbangkan medali dalam setiap perhelatan olahraga baik di level Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia.

Pada Asian Games 2018, Indonesia mendapatkan dua medali emas dari dua nomor yaitu tunggal putra dan ganda putra.

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mendapatkan medali emas setelah mengalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, Selasa (28/8/2018).

Keberhasilan Jonatan alias Jojo membuat Stadion Istora Senayan gegap gempita. Keriuhan juga terasa di jagad maya.

Terakhir, pada ajang Asian Games, nomor tunggal putra menyumbangkan emas pada Asian Games 2006 melalui Taufik Hidayat.

Setelah itu, pada Asian Games 2010 dan Asian Games 2014, pemain tunggal putra Indonesia belum berjaya.

Dalam sejarah Asian Games, selain Jonatan, tercatat lima pemain tunggal putra Indonesia yang pernah meraih medali emas. Siapa saja mereka?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Tan Joe Hok 1962 (Jakarta, Indonesia)

Untuk pertama kalinya cabang bulu tangkis diikutsertakan dalam Asian Games dan Indonesia langsung mendominasi dengan meraih lima medali emas dari enam partai yang dipertandingkan.

Salah satunya adalah tunggal putra yang dimenangkan Tan Joe Hok. Di babak final ia mengalahkan wakil Malaya (sekarang Malaysia), Teh Kew San yang meraih perak.

Sementara posisi ketiga dimenangkan pebulutangkis Indonesia, Ferry Sonneville.

2. Ang Tjin Siang 1966 (Bangkok, Thailand)

Ang Tjin Siang yang kemudian berganti nama menjadi Muljadi, memenangkan medali emas untuk Indonesia di cabang bulu tangkis tunggal putra di Asian Games 1966 di Bangkok, Thailand.

3. Liem Swie King (Asian Games 1978 di Bangkok, Thailand)

Liem Swie King meraih medali emas untuk Indonesia dari nomor tunggal putra setelah memenangkan pertandingan final Asian Games 1978 di Bangkok.

Ia mengalahkan atlet asal China, Han Jian.

King tercatat kerap menjuarai pertandingan tingkat dunia seperti All England 1978 dan 1979, serta juara dunia pada 1982.

Pria Kelahiran Kudus ini sekarang berusia 62 tahun dan sudah tidak lagi aktif di dunia bulutangkis nasional sejak memutuskan pensiun pada 1988.

4. Haryanto Arbi (Asian Games 1994 di Hiroshima, Jepang)

Haryanto Arbi, atlet kelahiran 21 Januari 1972 ini, meraih medali emas pada Asian Games 1994 Hiroshima, Jepang.

Saat itu, Arbi mengalahkan lawannya, sesama atlet Indonesia, Joko Suprianto, dan mengantarkannya berdiri di podium tertinggi.

Pemain tunggal putra asal Kudus, Jawa Tengah ini memiliki julukan smash 100 watt sejak berhasil mengalahkan Rashid Sidek asal Malaysia yang ditakuti atas pukulannya yang kencang pada final Piala Thomas 1994.

5. Taufik Hidayat (Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan dan Asian Games 2006 di Doha, Qatar)

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, tercatat dua kali meraih medali emas bulutangkis Asian Games, yaitu saat Asian Games 2002 dan Asian Games 2006.

Atlet asal Bandung, kelahiran 10 Agustus 1981, ini berhasil membuat Indonesia raya berkumandang di Korea Selatan, setelah mengalahkan pemain tuan rumah, Lee Hyun-Il, pada Asian Games 2002 di Busan, Korsel.

Sementara saat final Asian Games 2006 di Doha, Qatar, Taufik melibas Lin Dan, atlet bulutangkis asal China.

Selain Asian Games, Taufik juga mencatatkan prestasi lainnya, yaitu menjuarai Olimpiade Athena 2004 dan Kejuaraan Dunia BWF 2005.

Setelah 2006, Indonesia tak meraih medali emas dari nomor tunggal putra bulutangkus pada Asian Games 2010 dan 2016. Kini, pada Asian Games 2018, pemain muda Jonatan Christie kembali melanjutkan tradisi emas dari sektor tunggal putra.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Asal Muasal Desain Medali Asian Games 2018

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil PSM Vs Bali United 2-1, Serdadu Tridatu Telan Kekalahan Perdana

Hasil PSM Vs Bali United 2-1, Serdadu Tridatu Telan Kekalahan Perdana

Liga Indonesia
Link Live Streaming Final Piala Thomas 2020 Indonesia Vs China, Mulai Pukul 18.00 WIB

Link Live Streaming Final Piala Thomas 2020 Indonesia Vs China, Mulai Pukul 18.00 WIB

Badminton
Kata PBSI soal Indonesia Tak Bisa Kibarkan Merah Putih di Podium Piala Thomas

Kata PBSI soal Indonesia Tak Bisa Kibarkan Merah Putih di Podium Piala Thomas

Badminton
Final Piala Thomas 2020, Alasan Marcus/Kevin Dipisah

Final Piala Thomas 2020, Alasan Marcus/Kevin Dipisah

Badminton
HT PSM Vs Bali United - Serdadu Tridatu Ditahan Tembok Kokoh Hilman Syah

HT PSM Vs Bali United - Serdadu Tridatu Ditahan Tembok Kokoh Hilman Syah

Liga Indonesia
Gary Neville: Mohamed Salah Harus Merasakan Atmosfer Real Madrid!

Gary Neville: Mohamed Salah Harus Merasakan Atmosfer Real Madrid!

Liga Inggris
Link Live Streaming Persija Vs Arema FC, Kickoff 18.15 WIB

Link Live Streaming Persija Vs Arema FC, Kickoff 18.15 WIB

Liga Indonesia
Pelatih Persija Jakarta Mengaku Resah dengan Jadwal Timnas yang Disebut Tidak Lazim

Pelatih Persija Jakarta Mengaku Resah dengan Jadwal Timnas yang Disebut Tidak Lazim

Liga Indonesia
Man United Gagal Menang Lagi, Bagaimana Nasib Solskjaer?

Man United Gagal Menang Lagi, Bagaimana Nasib Solskjaer?

Liga Inggris
Tanggapan PT LIB Soal Kisruh antara Ofisial Bhayangkara FC dan Persib

Tanggapan PT LIB Soal Kisruh antara Ofisial Bhayangkara FC dan Persib

Liga Indonesia
Profil Daniel Marthin, Partner Baru Kevin Sanjaya untuk Final Piala Thomas

Profil Daniel Marthin, Partner Baru Kevin Sanjaya untuk Final Piala Thomas

Sports
Line Up Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020, Kejutan Duet Kevin/Daniel

Line Up Indonesia Vs China di Final Piala Thomas 2020, Kejutan Duet Kevin/Daniel

Badminton
Link Live Streaming PSM Vs Bali United, Kick-off 15.15 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Bali United, Kick-off 15.15 WIB

Liga Indonesia
Kericuhan Bhayangkara FC dan Persib Bandung Berakhir dengan Damai

Kericuhan Bhayangkara FC dan Persib Bandung Berakhir dengan Damai

Liga Indonesia
Sah Jadi Pelatih Baru, Joko Susilo Bergerak Kembalikan AHHA PS Pati ke Jalur Juara

Sah Jadi Pelatih Baru, Joko Susilo Bergerak Kembalikan AHHA PS Pati ke Jalur Juara

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.