Gempa Lombok Sempat Surutkan Semangat Zohri Hadapi Asian Games 2018 - Kompas.com

Gempa Lombok Sempat Surutkan Semangat Zohri Hadapi Asian Games 2018

Kompas.com - 09/08/2018, 14:26 WIB
Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kanan) membentangkan Bendera Merah Putih setibanya dari Finlandia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7/2018). Zohri menjadi pelari Indonesia pertama yang menjadi juara dunia usai memenangkan atletik nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia IAAF U-20 2018 di Finlandia.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kanan) membentangkan Bendera Merah Putih setibanya dari Finlandia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7/2018). Zohri menjadi pelari Indonesia pertama yang menjadi juara dunia usai memenangkan atletik nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia IAAF U-20 2018 di Finlandia.

KOMPAS.com - Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, sempat tidak fokus dalam persiapan Asian Games 2018 karena gempa bumi yang terjadi di Lombok, Minggu (5/8/2018) lalu.

Ketika menerima kabar gempa, Zohri yang memang putra asli Lombok Utara mencemaskan bagaimana nasib keluarganya setelah gempa itu.

"Sempat kepikiran, setelah dengar kabar itu, rasanya mau pulang (Lombok Utara). Saya ditelepon oleh kakak dan teman saya. Saat menelepon, kakak nangis-nangis cerita masjid runtuh, semua rata di sana, sempat saya menangis," kata Zohri dikutip dari BolaSport.com.

Baca juga: Lalu Muhammad Zohri: Saya Pernah Gagal

"Namun, Asian Games sudah dekat, jadi pulangnya setelah Asian Games saja," kata pria berusia 18 tahun ini.

Meskipun gempa sempat menyurutkan semangatnya, Zohri tidak mau larut dalam kesedihan karena seluruh keluarganya menyuruh untuk tetap fokus di Asian Games 2018.

"Sedikit sedih dan saya berharap semoga di sana baik-baik saja. Saya di-support sama kakak saya dengan bilang 'enggak usah pikirin lah, yang penting kamu tetap semangat.' " tutur Zohri

Zohri kemudian menjelaskan bahwa kondisi rumahnya dalam keadaan aman dan semua anggota keluarganya selamat.

"Saya sempat merasa sedih dan prihatin (memikirkan) yang di kampung. Rumah saya alhamdulillah aman, tetapi rumah warga yang lain semuanya rata," kata Zohri.

"Mereka bisa saya dihubungi dan dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang keluarga saya lagi mengungsi di bawah gunung," ucap Zohri menambahkan.

Baca juga: Kisah Kocak Lalu Muhammad Zohri yang Tak Dikenali Driver Taksi Online

Nama Lalu Muhammad Zohri menjadi bahan perbincangan setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018.

Pada Asian Games 2018 nanti, Zohri akan turun pada nomor lari 100 meter dan estafet 4x100 meter. Zohri yang masih berusia 18 tahun ini tidak ditargetkan membawa pulang medali. Zohri lebih dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade 2022 mendatang.

Meskipun begitu, Zohri mengaku akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia Agustus nanti. (Delia Mustikasari)


Komentar
Close Ads X