Liliyana Natsir Itu Pemain Yang Langka! - Kompas.com

Liliyana Natsir Itu Pemain Yang Langka!

Kompas.com - 11/07/2018, 18:32 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berpose dengan menggigit medali usai meraih gelar juara Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara usai menang atas pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor 21-17 dan 21-8.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berpose dengan menggigit medali usai meraih gelar juara Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara usai menang atas pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor 21-17 dan 21-8.

JAKARTA, Kompas.com - Pelatih ganda campuran, Vita Marissa menyebut jangan berharap untuk mendapatkan pemain dengan karakter seperti Liliyana Natsir dalam waktu singkat.

Vita yang pernah berpasangan dengan Liliyana menyebut pemain asal Manado itu merupakan pemain yang lengkap dan sempurna. "Dia pemain dengan prestasi paling lengkap. Apa yang belum pernah diraih dia? Juara dunia, Olimpiade, All England dan bisa menjadi juara dengan pasangan siapa pun," kata Vita, Rabu (11/07/2018).

Menurut Vita, kerugian apabila  Liliyana tetap menjalankan niatnya untuk mundur merupakan kerugian yang besar buat Pelatnas. "Butet itu merupakan contoh yang ideal dan nyata.  Kalau para pemain muda ingin berprestasi maksimal sebenarnya tinggal mengikuti disiplin Liliyana saja. Mudah, kan?"

Tentang keinginan Butet untuk mundur, Vita mengaku bisa memahaminya. "Saya ini pernah jadi pemain dan sudah sampai tahap akhir untuk mundur.  Setiap pemain itu pasti akan merasakan jenuh, apalagi kalau sudah belasan atau puluhan tahun di pelatnas. Saya yakin, Butet merasakan hal yang sama. Jenuh karena sudah terlalu lama," lanjut Vita.

"Pasti setiap pemain akan merasakan kejenuhan. Bangun pagi, dia harus berpikir untuk bagaimana menjaga  kondisi. Padahal untuk melakukan hal tersebut bukan hal yang mudah, butuh ketekunan dan kesungguhan."

Vita juga menyebut sulit membandingkan para pemain di Pelatnas Pratama atau bahkan Pelatnas Utama, untuk menggantikan posisi Liliyana mendampingi Tontowi Ahmad. "Seperti saya bilang, Liliyana itu langka dan sulit mendapatkan, pemain berkarakter serupa. Karena itulah untuk berhasil, justru Tontowi lah yang harus menyesuaikan dengan membimbing pemain penggantinya," ungkap Vita.

Tentang keinginan Liliyana untuk mundur, Vita meminta mantan pasangannya untik tidak emosional dalam mengambil keputusan. "Ketika saya berhenti sebagai pemain, saya juga mencoba melupakan bulu tangkis. Tetapi memang sangat sulit.  Begitu kita bangun pagi, kita lupa bahwa kita tidak perlu berlatih lagi dan menjaga kondisi fisik. Berapa lama bisa tahan? Saya bilang pada Butet, nanti pada bulan ketiga juga kembali ke kebiasaan lama."



Close Ads X