Kompas.com - 09/07/2018, 00:56 WIB
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon merayakan kemenangan dalam laga babak perempat final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2018). Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menang dengan skor 20-22 22-20 21-18. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon merayakan kemenangan dalam laga babak perempat final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2018). Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menang dengan skor 20-22 22-20 21-18.

JAKARTA, Kompas.com — PP PBSI berencana mengingatkan atlet ganda putra Kevin sanjaya Sukamuljo menyusul insiden yang terjadi di babak perempat final Blibli Indonesia Open 2018, Jumat (6/7/2018).

Kevin Sanjaya dan pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon, mengajukan protes atas  keputusan wasit pada saat mereka menghadapi pasangan Denmark,  Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.  Pertandingan tertunda beberapa menit dan Kevin mengajukan protes kepada wasit dan menunjukkan gesture (gerak tubuh)  kepada lawannya maupun penoton, antara lain dengan mengacungkan jempol ke bawah.

"Kami mendukung permintaan Marcus dan Kevin untuk mengajukan  keluhan kepada BWF tentang cara kerja wasit. Namun, di samping itu, kami juga berencana mengajak bicara mereka berdua—terutama Kevin—tentang hal-hal yang dapat berisiko di masa depan," kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto di Istora Senayan, Minggu (8/7/2016).

Menurut Budiharto, mereka menerima keluhan Kevin dan Marcus tentang ancaman pemberian kartu hitam oleh salah seorang ofisial BWF di ruang ganti setelah pertandingan usai. "Secara peraturan, referee memang berhak mengeluarkan kartu hitam kepada pemain yang dianggap bersikap berlebihan. Risikonya, si pemain dapat terkena diskualifikasi dan tidak diperbolehkan melanjutkan pertandingan," kata Budiharto lagi.

Meski berjanji akan meneruskan keluhan pasangan peringkat satu dunia ini, Budiharto berharap kedua pemain tersebut juga terbuka dengan masukan terutama dari pengurus dan pelatih. "Kami akan meminta para pelatih ganda untuk bicara dengan mereka soal  permintaan untuk lebih menahan diri di lapangan. Apalagi, di tahun depan (2019) kita akan mulai menghadapi tahun kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020. Jangan sampai mereka justru dirugikan soal ini," ujarnya lagi.

"Kami paham Kevin masih muda dan situasi saat itu memang sangat memancing emosi. Namun, untuk  kepentingan lebih besar dan jauh, tentunya tak ada salahnya bila kita bisa menahan diri," lanjut Budiharto.

Pada ajang Blibli Indonesia Open 2018, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon keluar sebagai juara setelah di final mengalahkan ganda Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko,  21-13, 21-16.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.