Kompas.com - 27/05/2018, 08:08 WIB
Piala Thomas KOMPAS/EDDY HASBIPiala Thomas

"Bila bermain di nomor beregu, kekalahan kita akan memengaruhi hasil akhir pertandingan. Usaha teman kita bisa jadi sia-sia karena kekalahan kita," kata Rudy.

Saat itu, Rudy tercatat sebagai pemain nomor satu dunia dengan dibayangi oleh Svend Pri.

Pri menyebut dirinya tidak berharap Piala Thomas, tetapi ingin mengalahkan Rudy Hartono.

Ia membuktikan hal tersebut dengan menang rubber game atas Rudy, 15-12, 5-15, 17-15.

Pada hari pertama pertandingan final itu, tim Indonesia unggul 3-1 saat Rudy turun menghadapi pemain China, Luan Jin.

Rudy yang telah berusia 33 tahun dan sebenarnya sudah "setengah pensiun" kalah rubber game 9-15, 15-1, 9-15.

"Memang itu antiklimaks karena kekalahan saya ternyata kemudian diikuti kekalahan para pemain lain, termasuk (Liem Swie) King, yang dikalahkan Han Jian dan Kartono/Heryanto, yang juga kalah," kata Rudy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pada pertarungan hari kedua final, tak terbayangkan ketika China bisa merebut 4 dari 5 pertandingan yang digelar saat itu.

Dikutip dari Harian Kompas, 23 Mei 1982, kekalahan dari China merupakan kekalahan pertama Indonesia yang telah memonopoli Piala Thomas selama 24 tahun terakhir. China menjadi juara baru.

Indonesia kalah 4-5 dan harus kehilangan Piala Thomas. Suasana di ruang ganti pemain Indonesia saat itu digambarkan hening.  

Baca juga:
Kekalahan Paling Menyakitkan Rudy Hartono

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.