China Berpotensi Kawinkan Piala Uber dan Piala Thomas 2018 - Kompas.com

China Berpotensi Kawinkan Piala Uber dan Piala Thomas 2018

Kompas.com - 18/05/2018, 16:50 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra China, Lin Dan, mengembalikan kok ke arah Shi Yuqi (China) pada laga perempat final Hong Kong Terbuka yang berlangsung di Hong Kong Coliseum, Jumat (24/11/2017).ISAAC LAWRENCE/AFP PHOTO Pebulu tangkis tunggal putra China, Lin Dan, mengembalikan kok ke arah Shi Yuqi (China) pada laga perempat final Hong Kong Terbuka yang berlangsung di Hong Kong Coliseum, Jumat (24/11/2017).

KOMPAS.com - Skuad bulu tangkis China untuk menghadapi Piala Thomas dan Uber 2018 terbilang cukup kuat untuk menjadi juara keduanya. Potensi ini diperkuat setelah beberapa tim lain justru kehilangan pemain pentingnya.

Pada penyelenggaran tahun ini, tim Thomas China diisi oleh Chen Long, Shi Yuqi, dan Lin Dan yang mengisi 8 besar dunia.

Selain itu, tim Thomas China juga akan dilengkapi oleh dua ganda kuat, yakni Li Cheng/Zhang Nan dan Li Junhui/Liu Yuchen, yang masing-masing berada di peringkat ketiga dan keempat dunia.

Melihat kompisisi tim seperti itu, jurnalis kawakan The Star, Rajes Paul menyebut tim Thomas China adalah yang terkuat di kompetisi beregu yang akan digelar di Impact Arena Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018..

"Tim putra China kuat tahun ini. Semua negara berharap untuk menghindari mereka. Jepang kemungkinan akan menjadi rival utama tim Thomas China dengan kehadiran Kento Momota (tunggal putra)," kata Rajes Paul seperti dikutip Bolasport.com dari AFP.

Baca juga: Jadwal Piala Thomas dan Uber 2018, Start 20 Mei Pukul 09.00 WIB

Momota baru kembali dipercaya memperkuat tim nasional pada kalender kompetisi 2018 setelah bebas dari sanksi judi ilegal yang menyebabkan dia gagal tampil pada Olimpiade Rio 2016.

Sejak kembali ke timnas Jepang, Momota secara mengejutkan mengalahkan Chen Long pada final Kejuaraan Asia 2018, April lalu. Sebelumnya, Momota menundukkan Lee Chong Wei (Malaysia) pada babak semifinal.

Tim Thomas China kali ini berada di Grup A bersama India, Perancis, dan Australia.

Berbeda dengan tim putra yang selalu gagal juara dalam dua edisi terakhir, tim Uber China justru berpeluang meraih gela juara untuk keempat kalinya secara beruntun.

Optimisme China didukung dengan kembalinya tunggal putri peraih medali emas Olimpiade London 2012, Li Xuerui.

Tim putri China tercatat meraih Piala Uber pada 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1994, 1998, 2000, 2002, 2004, 2008, 2012, 2014, dan 2016 atau sebanyak 14 titel. (Delia Mustikasari)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X