Mafia Judi Malaysia Rusak Pertandingan - Kompas.com

Mafia Judi Malaysia Rusak Pertandingan

Kompas.com - 20/02/2018, 20:34 WIB
ilustrasi ilustrasi

PETALING JAYA, Kompas.com - Asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM)  akan mengirim utusan untuk menghadiri sidang dengar pendapat dua atlet yang dituduh terlibat dalam pengaturan pertandingan.

Sidang terhadap dua pemain independen ini akan digelar Federasi bulu tangkis dunia (BWF) di Singapura pada 26-27 Februari.

Presiden BAM, Datuk Norza Zakaria mengatakan pihak BWF menyambut baik permintaan mereka untuk hadir.  Salah satu pimpinan BAM, Michelle Chai telah berhubungan dengan pihak BWF tentang keinginan mereka untuk mengikuti proses  dengar pendapat.

"Kami meminta agar dapat hadir pada dengar pendapat dan BWF telah menanggapinya dengan positif.  Michelle telah melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan," kata Norza Zakaria.

Dua pemain asal Malaysia dalam penyelidikan pihak BWF karena dianggap melakukan pengaturan pertandingan.  Nama para pemain dirahasikana oleh pihak BWF. Satu pemain adalah pemain ternama saat yunior serta seorang lagi mantan anggota skuad Piala Thomas Malaysia.

Dalam konferensi pers pekan lalu, Norza Zakaria menyebut kedua pemain tersebut tidak di bawah naungan BAM.  Meski begitu, Norza menyebut BAM berkepentingan untuk mengetahui duduk persoalannya.

"Kami harus tahu duduk persoalannya, sebagai lembaga yang paling bertanggungjawab terhadap perkembangan bulu tangkis di Malaysia, kami perlu memastikan persoalan ini tidak akan terulang lagi."

"Kami harus tahu bahwa penanganan kasus ini akan berjalan adil dan profesional. BAM tidak membela para pemain. Kami ulangi, kami tidak akan melindungi pemain yang terlibat dalam pengaturan pertandingan," lanjut Norza.

Sementara itu, Sekjen BWF, Thomas Lund menolak untuk mengomentari kasus ini. "Mohon maaf kami tidak punya komentar saat ini," tulis Lund.

Pada 2014 lalu, dua tunggal putera Denmark, Hans-Kristian Vittinghus dan Kim Astrup Sorensen menyebut  dihubungi bandar judi Malaysia saat mengikuti turnamen Jepang Terbuka. Pihak BWF melaporkan kasus ini kepada polisi Malaysia dan kasus ini kemudian ditangani komisi anti korupsi Malaysia (MACC).


Komentar
Close Ads X