Asian Games 2018, Inasgoc Luncurkan Program Pelatihan untuk Mahasiswa - Kompas.com

Asian Games 2018, Inasgoc Luncurkan Program Pelatihan untuk Mahasiswa

Kompas.com - 17/01/2018, 16:53 WIB
Ketua Umum Inasgoc Erick Thohir berpose dengan para perwakilan 10 perguruan tinggi di Indonesia pada acara Program Broadcast Legacy Asian Games 2018 di Kantor Inasgoc Jakarta, Rabu (17/1/2018).KOMPAS.com/Nugyasa Laksamana Ketua Umum Inasgoc Erick Thohir berpose dengan para perwakilan 10 perguruan tinggi di Indonesia pada acara Program Broadcast Legacy Asian Games 2018 di Kantor Inasgoc Jakarta, Rabu (17/1/2018).

KOMPAS.com - Asian Games 2018 harus memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya bagi atlet dan ofisial, tetapi juga kalangan generasi muda seperti mahasiswa.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 ( Inasgoc), bersama International Games Broadcast Service (IGBS) yang menangani siaran langsung, meluncurkan program pelatihan untuk para mahasiswa.

Program itu bertajuk Broadcast Legacy Asian Games 2018. Para mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil peran pada siaran langsung multi-event tersebut.

Dengan program itu, diharapkan para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman yang tak ternilai dalam hal penyiaran.

Baca juga : Asian Games, Pencak Silat Indonesia Mewaspadai Thailand dan Vietnam

"Untuk Asian Games 2018, kami ingin adanya legacy. Kami juga harus mempersiapkan generasi selanjutnya," kata Ketua Umum Inasgoc Erick Thohir, di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

"Program ini menjadi sarana tepat bagi mereka yang berbakat untuk mengembangkan potensi di bidang siaran," ujar Erick.

Program Broadcast Legacy Asian Games 2018 dikhususkan untuk mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air.

Perguruan tinggi yang dimaksud adalah Binus University, London School of Public Relations, Universitas Moestopo, Stikom InterStudi, Universitas Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Bina Dharma, Universitas Sriwijaya, Universitas Komputer Indonesia, dan Universitas Padjadjaran.

Inasgoc mengharapkan ada 1.000 mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.

Dari 1.000 mahasiswa, nantinya akan diseleksi lagi hingga jumlahnya hanya menjadi 530 orang.

Baca juga : Jelang Asian Games 2018, Inasgoc Terus Pantau Renovasi di Jakabaring

Kegiatan yang dijalani ada dua, yaitu magang dan pembuatan film pendek (vignette).

Untuk magang, para mahasiswa berkesempatan menjadi asisten kamera, audio teknisi, hingga asisten logistik selama Asian Games 2018.

Adapun untuk pembuatan film pendek, mahasiswa diwajibkan membuat tayangan berdurasi 30 detik yang kontennya untuk mempromosikan Asian Games 2018.

Film pendek harus mengusung salah satu dari empat tema yang ditetapkan, yaitu Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching, dan Preparing for Triumph.

Selama menjalani program, mahasiswa akan mendapatkan biaya pengganti sebesar Rp 150.000 per hari, makan, branded merchandise, dan sertifikat.

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs asianganes2018.igbs.tv.


EditorEris Eka Jaya

Close Ads X