Kompas.com - 09/01/2018, 17:34 WIB
Menpora Imam Nahrawi dan atlet wushu nasional, Lindswell Kwok Menpora Imam Nahrawi dan atlet wushu nasional, Lindswell Kwok
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Menpora Imam Nahrawi terus secara estafet meninjau pelatnas cabang olahraga untuk menghadapi Asian Games nanti. Setelah sebelumnya meninjau cabor Boling, kali ini Menpora melihat langsung pelatnas cabang olahraga wushu di GOR Simprug Pertamina, Jakarta, Senin, (8/1) sore. Menpora ingin melihat secara langsung kelengkapan fasilitas-fasilitas yang ada di tempat pelatnas sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet.

Menpora didampingi Sekjen PB Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino dan Wakil Sekjen PB WI Iwan Kwok melihat bagaimana proses para atlet ketika menjalani latihan. "Hari ini kita melihat langsung para atlet wushu latihan sekaligus melihat sarana-sarana pendukung di Pelatnas Wushu GOR Simprug. Tentu apa yang sekarang ini kita lakukan sesuai dengan amanat Presiden dan Wakil Presiden untuk betul-betul fokus kepada atlet dalam rangka pencapaian prestasi di Asian Games. Karena itu, kesempatan ini saya lakukan untuk melihat langsung dan berdialog dari hati ke hati kepada para atlet," ucap Menpora.  

"Tadi saya mendengar secara langsung keluhan dari Lindswell Kwok bahwa perubahan itu belum pernah ada. Makanya sekarang ini menjadi momentum yang penting untuk mengadakan perubahan baik dari segi fasilitas, tempat latihan beberapa kegiatan try out maupun training camp yang akan mereka lakukan. Intinya kita ingin ada percepatan dukungan, biasanya honor itu dibayar setelah latihan, sekarang ini kami akan mencoba untuk dibalik. Jadi di awal bulan honor dan akomodasi sudah bisa diselesaikan dan itu anggarannya ada. Permasalahan administrasi dan sebagainya tidak boleh menghambat para atlet untuk berlatih," tambah Menpora.

Terkait tempat latihan, Menpora menyiapkan tempat di Cibubur. "Kita sudah menawarkan tempat latihan di Cibubur, hanya saja agak jauh.Tapi yang jelas, saya minta untuk di cek sekaligus tempat penginapannya. Dari sisi fasilitas free karena itu milik pemerintah. Saya juga berharap teman-teman media untuk mendukung semangat mereka. Semua atlet ini berlatih tanpa kenal waktu hanya untuk merah putih berkibar karenanya pengorbanan mereka yang luar biasa ini harus menjadi semangat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mendorong mereka mendukung menyemangati agar tidak pernah berkecil hati untuk meraih yang terbaik," jelasnya.

Sekjen PB Wushu Indonesia Ngatino berharap pemerintah turun tangan terkait sarana latihan Wushu. Karena jangan sampai para atlet juga ikut gelisah dengan kondisi yang ada ini. "Dengan kedatangan Menpora kemari,  Pak Menteri mendengar dan melihat langsung kondisinya, akan menjadi perhatian, termasuk anggaran ke cabor wushu. Kita juga minta tambahan pelatih asing karena kita harus punya pelatih kurang spesifik.Selain itu juga kita minta tambah peralatan latihan," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.