Aturan Servis Bulu Tangkis Merepotkan Pemain Jangkung - Kompas.com

Aturan Servis Bulu Tangkis Merepotkan Pemain Jangkung

Kompas.com - 09/01/2018, 17:24 WIB
Pemain tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, mengembalikan kok dari pemain Hong Kong, Angus Ng Ka-long, pada laga India Terbuka 2017 di New Delhi, 1 April 2017.AFP/SAJJAD HUSSAIN Pemain tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, mengembalikan kok dari pemain Hong Kong, Angus Ng Ka-long, pada laga India Terbuka 2017 di New Delhi, 1 April 2017.

JAKARTA, Kompas.com - Federasi bulu tangkis dunia ( BWF) mengumumkan aturan baru dalam melakukan servis dalam turnamen resmi.

Regulasi baru ini akan diuji coba mulai kejuaraan All England 2018 (HSBC BWF World Tour – Super 1000) pada Maret 2018. Pada aturan ini mengaruskan pemain melakukan servis dengan ketinggian maksimal 1,15 meter dari permukaan lapangan.

Pengukuran akan dilakukan dengan alat sensor yang dilengkapi dengan sinar inframerah.

Selama ini, pengaturan mengenai servis dalam turnamen bulu tangkis kerap menimbulkan kontroversi dan protes dari pemain. Mereka menganggap penerapan peraturan tersebut lebih berdasar kepada  kebijakan hakim servis.

Menanggapi aturan baru soal servis ini, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi mengatakan tak terlalu terpengaruh dengan aturan ini. “Sejauh ini aturan tersebut tidak terlalu jadi masalah untuk tim ganda putra Indonesia. Menurut saya yang agak kesulitan adalah pemain dengan postur yang tinggi, yang 190 cm ke atas,” ungkap Herry.


EditorTjahjo Sasongko

Komentar

Close Ads X