Atlet SEA Games Terbukti Doping, Singapura Tambah Satu Emas - Kompas.com

Atlet SEA Games Terbukti Doping, Singapura Tambah Satu Emas

Kompas.com - 14/12/2017, 01:13 WIB
Chantal Liew Chantal Liew

KUALA LUMPUR, Kompas.com - The SEA Games Federation (SEAGF), Senin (12/12/2017) mengumuman kontingen Singapura pada SEA Games XXIX/2017 mendapat tambahan satu medali emas setelah tiga atlet terbukti gagal dalam tes doping.

Ketiga atlet yang gagal dalam tes doping adalah atlet loncat indah Malaysia, Wendy Ng Yan Yee, serta dua atlet Thailand, atlet silat Nurisan Loseng dan atlet renang Benjaporn Sriphanomthorn. Mereka gagal dalam uji coba sampel B yang dilakukan di New Delhi pada 11 Oktober lalu.

Presiden SEAGF, Tan Sri Tunku Imran Tuanku Jaafar mengatakan semua hasil para atlet di SEA Games XXIX dibatalkan dan semua medali harus dikembalikan.

"Mereka didiskualifiaski di semua cabang yang mereka ikuti dan semua medali harus dikembalikan," kata Tunku Imran dalam konferensi pers. "Jika mereka mendapat medali emas, maka pemegang medali perak akan dinyatakan sebagai pemenang."

Medali emas Wendy Ng jatuh ke atlet senegaranya yang meraih medali perak, Nur Dhabitah Sabri. Sementara medali emas  nomor berpasangan jatuh ke pasangan Singapura, Ashlee Tan Yi Xuan dan Fong kay Yian. Ini menjadi medali emas pertama buat Singapura di nomor loncat indah sejak SEA Games masih bernama SEAP (Peninsula) Games pada 1973.

Sementara atlet Thailand, Benjaporn kehilangan dua medali perak di npmor 10 kilometer perairan bebas, serta estafet 4x200 meter.

Medali perak Benjaporn di nomor 10 kilometer perairan terbuka jatuh ke atlet Singapura, Chantal Liew yang kini tengah mengikuti ajang CIMB Niga Indonesia  Aquatic Championship 2017 di GBK Senayan.

Liew, 19 menyebut hal ini merupakan kebetulan buat dirinya. "Saya menyayangkan apa yang terjadi. Meski ini berita baik buat saya dan Singapura, saya tetap harus bekerja keras untuk membuktikan menjadi yang terbaik dengan cara yang normal."

Ketiga atlet dinyatakan positif mengonsumsi obat terlarang  setelah sampel mereka diperiksa di lembaga Anti-Doping di New Delhi (India) pada 11 Oktober lalu.


EditorTjahjo Sasongko

Close Ads X