Atlet Penyandang Disabilitas, Oase bagi Prestasi Olahraga Nasional...

Kompas.com - 12/12/2017, 18:22 WIB
Pelari Indonesia Andrian meraih perunggu di final nomor lari gawang 400 meter putra SEA Games Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8).

Kompas/Priyombodo (PRI)
22-08-2017 PRIYOMBODOPelari Indonesia Andrian meraih perunggu di final nomor lari gawang 400 meter putra SEA Games Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8). Kompas/Priyombodo (PRI) 22-08-2017
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com — Indonesia adalah bangsa yang besar, tetapi minim prestasi dalam bidang olahraga. Tak percaya? Coba tengok pencapaian negeri ini dalam multievent olahraga kelas dunia.

Olimpiade musim panas misalnya. Selama mengikuti pesta olahraga antarnegara di dunia tersebut, Indonesia belum pernah menghuni posisi 20 besar.

Untuk level Asia, pencapaian Indonesia juga tidak terlalu istimewa. Usai pesta olahraga negara-negara se-Asia (Asian Games) di Jakarta tahun 1962, republik ini tak pernah lagi masuk dalam lima besar tabel perolehan medali.

Terakhir pada Asian Games di Incheon, Korea Selatan, tahun 2014, Indonesia hanya menduduki ranking ke-17 klasemen perolehan medali. Total negeri ini mengumpulkan 20 medali yang terdiri dari 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu.

Penurunan prestasi juga terjadi pada ajang olahraga antarnegara di Asia Tenggara (SEA Games). Terkini pada SEA Games, Kuala Lumpur, Malaysia, tahun 2017.

Pada event dua tahunan itu, kontingen Indonesia hanya berada di peringkat ke-5. Hasil itu pun menjadi catatan terburuk republik ini selama mengikuti SEA Games.

Capaian-capaian di atas pun kembali memancing pertanyaan, apa untungnya republik ini masuk dalam jajaran empat besar negara berpopulasi terbesar di dunia?

Padahal, seharusnya dengan modal itu, Indonesia mampu melahirkan banyak atlet kelas dunia dan membawa negeri ini bergelimang prestasi pada gelaran multievent internasional. Namun,  kenyataannya tidak.

Nah, di tengah-tengah kemarau prestasi olahraga itu, atlet-atlet penyandang disabilitas nasional malah bisa mengharumkan nama Indonesia.

Mereka berhasil membawa Indonesia menjadi juara umum di ASEAN Para Games (APG) Kuala Lumpur, Malaysia, 2017. Pencapaian mereka itu pun menjadi oase prestasi olahraga nasional.

APG merupakan ajang multievent olahraga antarnegara se-Asia Tenggara khusus untuk atlet penyandang disabilitas.

Namun, jangan salah, perjuangan atlet-atlet penyandang disabilitas atau paralimpik untuk bisa berprestasi tidaklah mudah. Butuh kerja keras dan dukungan dari semua pihak agar dapat mewujudkannya.

Bagi Anda yang penasaran dengan perjuangan mereka, simak penjelasannya secara lengkap dan detail pada Visual Interaktif Premium (VIP) “Oase Prestasi Olahraga Nasional” di kanal Visual Interaktif Kompas (VIK) Kompas.com.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X