OCA Puas dengan Persiapan Asian Games 2018 .

Kompas.com - 16/10/2017, 20:17 WIB
  Kunjungan Presiden OCA (Dewan Olimpiade Asia), Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah dan tim dengan Presiden RI, Joko Widodo, Wapres RI, Jusuf Kalla,  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Ketua pelaksana INASGOC  sekaligus Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. Kunjungan Presiden OCA (Dewan Olimpiade Asia), Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah dan tim dengan Presiden RI, Joko Widodo, Wapres RI, Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Ketua pelaksana INASGOC sekaligus Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir.
EditorTjahjo Sasongko


JAKARTA, Kompas.com - Dewan Olimpik Asia (OCA) mengaku puas dengan kemajuan  yang dicapai Indonesia dalam mempersiapkan penyelenggaraan multi-ajang Asian Games di Jakarta dan Pelembang tahun depan.

Dengan sisa waktu tak sampai satu tahun, Indonesia tengah bepacu dengan waktu dalam merenovasi stadion dan mendapatkan sponsor buat penyelanggaraan ajang olahraga antarnegara-negara Asia. Asian Games 2018 akan berlangsung pada 18 Agustus hinbgga 2 Sepetmebr 2018 dan akan diikuti 10.000 atlet dari 45 negara.

Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad A;Sabah kepada AFP, Senin (16/10/2017) mengaku puas dengan kemajuan yang dicapai. "Kami sudah dalam rencana yang benar untuk penyelenggaraan Asian Games," kata Al-sabah setelah bertemu Presiden RI, Joko Widodo. "Saya merasa semuanya akan berjalan sesuai perencanaan," lanjutnya.

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pada 2014 menggantikan Vietnam  yang mundur karena masalah pendanaan. Namun penunjukan di tengah jalan ini membuat persiapan hanya berjalan empat tahun dari biasanya enam tahun. Indonesia pernah menjadi penyelenggara Asian Games IV pada 1962.

Dalam kunjungannya, Maret lalu, pihak OCA mengaku khawatir dengan persiapan yang dirasa masih sangat lamban dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kunjungan kehormatan Presiden OCA (Dewan Olimpiade Asia), Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah ke Jakarta dan bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo serta Wapres, Jusuf Kalla diharapkan dapat membantu mempromosikan dan mendukung olahraga Indonesia di pentas internasional.

Kedatangan Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah selama dua hari dalam rangkaian persiapan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sebelum bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017), Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah sudah lebih dahulu bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, yang juga menjabat Ketua Pengarah Asian Games 2018, saat penandatanganan adendum Host City Contract (HCC) yang berlangsung di Kantor INASGOC, Wisma Serbaguna, Senayan, Minggu (15/10/2017).

"Pertemuan antara Sheikh Ahmad Al Fahad dengan Presiden Jokowi sangat kondusif. Sheikh atas nama OCA mengucapkan terima kasih atas komitmen penuh pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan Asian Games 2018 dan siap menawarkan bantuan yang efektif demi kesuksesan Asian Games mendatang," ujar Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, Senin (16/10/2017).

Pertemuan yang berlangsung 30 menit itu dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Pembangunann Kemanusiaan dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menpora, Imam Nahrawi, dan Erick Thohir. Sementara delegasi OCA terdiri dari OCA Coordination Committee, Tsunekatzu Takeda, OCA Hon. Vice President, Wei Jizhong, OCA Vice President, Charouck Arirachakaran, OCA Vice President, Rita Subowo, OCA Director General, Husain Al Musallam, dan OCA Director International & NOC Relations, Vinod Tiwari.

Erick menambahkan dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi secara khusus meminta bantuan dari OCA untuk mempromosikan Asian Games 2018 di luar negeri dan panggung olahraga internasional secara lebih luas.

"Presiden Jokowi menyatakan karena komitmen Indonesia terhadap Asian Games sangat besar, maka presiden berharap OCA ikut mempromosikan Indonesia. Terlebih saat ini Indonesia tengah mengajukan bidding menjadi tuan rumah kejuaraan dunia bolabasket tahun 2023 bersama Filipina dan Jepang, serta Piala Dunia 2030 bersama Thailand.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyatakan jika Asian Games 2018 berjalan sukses, tidak menutup kemungkinan Indonesia ingin mengajukan menjadi tuan rumah Olimpiade. Oleh sebab itu, Indonesia berharap banyak dukungan dan bantuan dari Sheikh Ahmad Al Fahad serta OCA," ungkap Erick yang juga menjabat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.