IOX 2017 Singkap Pesona Alam Sulawesi

Kompas.com - 07/10/2017, 12:03 WIB
Para Offroader tengah memeriksa kendaraan yang akan digunakan dalam IOX 2017 mengelilingi medan ekstrem di daratan Sultra dan Sulsel KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPara Offroader tengah memeriksa kendaraan yang akan digunakan dalam IOX 2017 mengelilingi medan ekstrem di daratan Sultra dan Sulsel
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KENDARI, KOMPAS.com - Tak hanya melalui jalur ekstrem, 269 peserta Indonesia Offroad Expedition (IOX) akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang ada di wilayah pulau Sulawesi.

Para peserta akan start dari kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (8/10/2017) dan finish di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 21 Oktober 2017. Mereka akan menggunakan dua jenis kendaraan yakni sepeda motor dan mobil.

Para Offroader akan menempuh perjalanan selama 15 hari sepanjang 1.500 kilometer dengan mengunakan mobil, sedangkan peserta yang memakai motor jarak tempuh yang akan dilalui sepanjang 1.800 kilometer.

Offroader yang berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi ini akan menjajal sejumlah lokasi wisata di daratan Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan.

Ketua Panitia IOX Celebes 2017, Firzal Muzaffar menuturkan, ekspedisi off-road IOX-2017 Celebes ini juga bertujuan untuk menyingkap tabir pesona Sulawesi di wilayah yang tidak lagi dilalui kendaraan sejak 20 tahun lalu. Selain itu, para peserta juga akan menguji keterampilan (skill), ketahanan fisik, mental dan kendaraan.

Nantinya, para offroader akan melewati Tetewatu, Sulawesi Tengah. Khusus untuk motor akan melewati Danau Poso kemudian menuju Routa, Kabupaten Konawe lalu melewati Danau Towuti di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sedangkan mobil tidak melalui Danau Poso tetapi langsung menuju ke Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara.

"Wilayah ini merupakan medan yang paling sulit dan sangat menantang, sebab hampir 20 tahun tak dilalui kendaraan. Medannya lebih ekstrem dibanding jalur Seko di Sulsel," ungkapnya di Kendari, Jumat (6/10/2017).

Fion Kamil, penanggungjawab rute dan lintasan mengatakan, kondisi medan juga ada sekitar 21 pohon yang tumbang yang harus dibersihkan peserta.

"Jika kondisi normal jarak tempuh bisa hanya 5 hari, jika hujan deras bisa sampai 10 hari," ujarnya.

Selanjutnya, rombongan akan singgah di Danau Matano, Soroako kemudian ke Koroni dan memasuki kawasan Rampi, Masamba, Sulawesi Barat, Toraja lalu menuju Umpungan, Soppeng, dan finish di Makassar.

Untuk perjalanan ke kawasan Rampi, tanpa gambaran awal medan karena pihaknya tidak melakukan survei di wilayah itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X