Sakit dan Mual Yang Berbuah Medali Emas - Kompas.com

Sakit dan Mual Yang Berbuah Medali Emas

Kompas.com - 06/10/2017, 22:08 WIB
Para atlet renang peraih medali emas pada SEA Games XXIX/2017 menerima bonus dari PP PRSI.PRSI Para atlet renang peraih medali emas pada SEA Games XXIX/2017 menerima bonus dari PP PRSI.

JAKARTA, Kompas.com - Pengurus Pusat Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau PP PRSI mencairkan bonus untuk para peraih medali emas di SEA Games 2017 Malaysia. Di Ajang SEA Games 2017, Kontingen Akuatik Indonesia memperoleh empat medali emas, 13 perak dan 18 perunggu dari lima cabang olahraga yakni renang, renang indah, loncat indah, polo air dan renang perairan terbuka.

Bonus langsung diberikan Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie kepada empat peraih emas di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, jumat, 6 Oktober 2017. Acara juga dihadiri Sandiaga Uno, Wakil Gubernur Jakarta terpilih yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina PB PRSI.

Empat peraih emas adalah I Gede Siman Sudartawa di nomor 50 meter gaya punggung putra yang juga memecahkan rekor SEA Games 25,20 detik. Emas kedua, Triady Fauzi Sidiq di nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra. Emas ketiga  adalah Gagarin Nathaniel Yus di nomor 100 meter gaya dada dan emas keempat Indra Gunawan di nomor 50 meter gaya dada putra. Bonus yang diperoleh adalah Rp 100 juta rupiah untuk satu medali emas.

"Acara ini kita bersyukur, mendapatkan berkah supaya akuatik bangkit kembali. Siman, Aji, Gagarin dan Indra kita berikan apresiasi. Semoga ini bisa jadi semangat atlet lainnya untuk bisa lebih berprestasi lagi di ajang selanjutnya seperti Asian games 2018, SEA Games 2019 Manila dan Olimpiade Tokyo 2020," ujar Anindya Bakrie.

Selain bonus kepada atlet, PB PRSI juga memberikan bonus sebesar Rp80 juta rupiah kepada tim pelatih yang diterima manajer tim, Wisnu Wardhana.

Anin menambahkan bersyukur dari 69 atlet yang dikirim 60 atlet mampu mempersembahkan medali. Selain itu juga tercipta satu rekor SEA Games (Siman), satu menyamai rekor SEA Games (Indra) dan 18 rekor nasional.

Para perenang berbagi cerita baik suka maupun duka. "Senang sekali mendapat bonus. Ini menjadi pemicu semangat saya bisa lebih berprestasi lagi. Jujur waktu mau tampil saya grogi, karena nomor 50 meter bertanding di hari-hari awal. Tapi bersyukur bisa memberikan emas dan memudahkan jalan rekan-rekan yang lain," ucap Siman Sudartawa.

Perenang lainnya  Gagarin, juga punya cerita lain. "Yang jelas, banyak tekanan yang saya alami. Baru kali ini saya mengalami tekanan yang membuat saya stress, sampai-sampai saya sakit dan muntah-muntah. Tapi saya bisa recovery lebih cepat dan meraih emas," jelasnya.

Triady Fauzi punya cerita menarik lainnya. "Sebenarnya nomor 200 meter gaya ganti, bukan spesialis saya. Tapi sejak 3 bulan, pelatih instruksikan saya turun di nomor ini. Waktu selesai lomba  saya tidak mengetahui finish pertama. Kelihatan di video wajah saya bengong. Pas saya lihat tim pelatih di tribun bilang juara, baru saya sadar bisa dapat emas," cerita Triady.

Pengalaman seru juga dialami Indra Gunawan. "Saya juga mengalami tegang sampai tidak bisa tidur malam harinya. Saya coba atasi grogi, tapi tidak bisa. Pas Final, jalan menuju start blok saya tidak memakai topi, jadi saat perenang lain bersiap, saya di sibukan dengan memakai topi dan kacamata. Pas selesai saya sudah sadar ada di final, dan grogi saya hilang," papar Indra.

Selain renang, acara juga dihadiri tim polo air putra yang meraih medali perak. Tim polo putra yang dilatih Milos Sakovic, membuat sejarah kali pertama tidak terkalahkan dalam sebuah event. Termasuk kali pertama tidak kalah dari SIngapura, bermain imbang 2-2.


EditorTjahjo Sasongko

Close Ads X