Kompas.com - 04/10/2017, 15:58 WIB
Ilustrasi thestraitstimesIlustrasi
EditorTjahjo Sasongko


KUALA LUMPUR, Kompas.com - Federasi renang Malaysia (ASUM) memilih tidak berkomentar menyangkut dua peristiwa memalukan di kolam renang yaitu kasus perkosaan oleh pelatih loncat indah serta kasus doping atlet loncat indah di SEA  Games XXIX, Agustus lalu.

Pimpinan ASUM, Mae Chan dan pelatih nasional Malaysia, Paul Birmingham  menyebut tidak mau berkomentar sampai selesainya penyelidikan kedua kasus ini. "ASUM sudah diberitahu tentang penyelidikan salah satu atlet. Kami akan mengumpulkan fakta dan menyelidiki proses," kata Mae.

"Akan memakan waktu. Sampai penyelidikan selesai, kami tidak dapat  memberi informasi atau pernyataan apa pun," lanjutnya.

Mae membenarkan bahwa seorang pelatih ASUM dicokok polisi, Senin (02/10/2017) dan tengah menjalani pemeriksaan terkait laporan terjadinya tindak pidana perkosaan yang dialami seorang atlet loncat indah.

Pelatih tersebut berasal dari China dan merupakan seorang mantan atlet Olimpiade serta telah melatih di Malaysia selama lima tahun.

Laporan diajukan oleh orang tua korban kepada polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.