Gatot Nurmantyo Yakin Tak Ada Lagi Kecurangan di SEA Games

Kompas.com - 23/08/2017, 11:46 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) yang juga Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, meyakini tidak akan ada lagi kecurangan yang dilakukan wasit pertandingan dalam penyelenggaraan SEA Games 2017 di Malaysia.

Hal ini disampaikan Gatot menanggapi aksi walk out tim sepak takraw putri Indonesia dari pertandingan, karena merasa dicurangi oleh keputusan sang wasit utama, Muhammad Radi, yang berasal dari Singapura.

Menurut Gatot, penyelenggara telah mengevaluasi berbagai hal pada pertandingan yang digelar Minggu (20/8/2017) lalu tersebut.

"Kalau kecurangan-kecurangan, saya pikir dengan evaluasi yang kemarin tidak akan terjadi lagi," kata Gatot di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

Gatot berpesan kepada seluruh atlet Indonesia di SEA Games selalu mempersiapkan diri sebelum bertanding demi mencapai hasil yang maksimal.

"Atlet itu harus benar-benar mempersiapkan," kata Gatot.

Gatot juga berharap, tim karate yang berangkat ke SEA Games dapat menambah perolehan medali. S

ebelumnya, dalam rekaman yang diterima JUARA, asisten pelatih timnas sepak takraw putri, Abdul Gani menilai telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh wasit dalam pertandingan melawan timnas Malaysia pada Minggu kemarin.

"Sejak set pertama sudah ada indikasi kecurangan. Ketika anak-anak mau servis selalu dibatalkan," kata Abdul Gani.

Tim putri sepak takraw mengajukan WO saat pertandingan set kedua. Padahal, saat itu Indonesia sedang unggul 16-10.

"Alasan servis pemain kami kerap dibatalkan karena kaki pemain kami dianggap terangkat (fault). Mungkin wasit begitu supaya Malaysia menang, seperti ada pengaturan. Sebagai pelatih, saya melihatnya sudah tak normal," tutur dia.

Setelah melakukan WO, para pemain dan jajaran pelatih Indonesia masuk ke ruangan ganti. Di sana, para pemain mendapatkan nasihat dan motivasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

(Baca juga: Tanggapan Imam Nahrawi soal Sepak Takraw dan Kartu Kuning Evan Dimas)

Laga dimenangi oleh Malaysia karena seluruh pemain dan ofisial Indonesia sudah meninggalkan lokasi pertandingan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X