Yakin, Indonesia Lebih Baik daripada Malaysia?

Kompas.com - 22/08/2017, 22:14 WIB
Ilustrasi pikiran manusia Dierk Schaefer/FlickrIlustrasi pikiran manusia
|
EditorAmir Sodikin

Sejumlah riset di mancanegara mendapati, sikap reaktif menyikapi tindakan atau perkataan yang terasa sebagai provokasi justru akan merugikan si perespon.

Riset-riset itu menengarai,  ada masalah dengan keyakinan diri, level stres, dan kekurangan kemampuan yang tercermin dan sekaligus terdampak oleh reaksi-reaksi reaktif yang sampai memunculkan makian.

Tengok misalnya artikel Louise Tickle di Guardian yang berjudul “Research demonstrates how the use of bad language can alter our behaviour”.  Artikel yang dilansir pada 2011 ini menyitir riset Jeff Bowers dari dari University of Bristol.

Salah satu poin hasil riset menyatakan, respons reaktif yang antara lain ditunjukkan dari pilihan kata makian, justru membuat si perespon jadi naik level stress-nya. Akibatnya, cara berpikir dan tindakan selanjutnya pun ikut terdampak oleh kadar stres tersebut.

Jangan buru-buru tidak terima dulu. Artikel lain yang ditulis Melanie Greenberg di situs web pshychologytoday.com memberikan perspektif lain untuk merespons kalem situasi kompetitif seperti dalam panas-dingin hubungan Indonesia-Malaysia.

Greenberg memang mengambil kasus situasi berhadapan dengan orang berkarakter kompetitif. Namun, konteksnya terasa sama. Ada kompetisi dua pihak yang menghasilkan respons dan konsekuensi atas itu.

Tak perlu kontraproduktif

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di ujung artikel, Greenberg memberikan tips umum yang sepertinya bisa diterapkan buat kondisi bangsa Indonesia. Menurut dia, ada baiknya dicek ulang latar belakang situasi kompetitif ini.

Satu hal yang dia garisbawahi, jangan sampai apa pun alasan situasi kompetitif ini memunculkan reaksi negatif kita yang ujung-ujungnya malah kontraproduktif bahkan merugikan.

Ibarat kata, jangan sampai sudah marah-marah, kalah pula. Apa kata dunia?

Mending, misalnya, pastikan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berlangsung lebih baik daripada semua event yang digelar di Malaysia. Yang dekat, boleh juga kalau dipastikan atlet-atlet kita punya mental kuat dan berkemampuan hebat sehingga jadi juara.

Lalu, kenapa enggak buka lapangan kerja yang banyak dengan gaji bagus biar tak ada lagi perlunya kirim pekerja kita untuk gawean kasar di Malaysia? Perbagus juga sistem dan kualitas pendidikan juga perlu disebut sepertinya ya.

Kalau sudah begitu, mau seperti apa provokasi yang mungkin datang lagi, kita bisa tetap cool alias kalem-kalem saja, bukan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

Badminton
BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

Badminton
Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Sports
Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena 'Gejala Muntaber'

Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena "Gejala Muntaber"

Liga Lain
Filosofi Pencak Silat

Filosofi Pencak Silat

Sports
Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Badminton
Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Liga Indonesia
Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan 'Gretongan', Mau?

Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan "Gretongan", Mau?

Internasional
Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Badminton
Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Badminton
Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Liga Inggris
Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Liga Indonesia
Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Badminton
BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

Badminton
Jadwal Liga Italia, AC Milan dan Inter Lawan Tim Papan Bawah

Jadwal Liga Italia, AC Milan dan Inter Lawan Tim Papan Bawah

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.