"Test Event" Jelang Asian Games 2018 Digelar Awal Tahun Depan

Kompas.com - 29/05/2017, 15:39 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pekerja menyelesaikan proyek renovasi di Kolam Renang Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Jumat (24/3/2017). Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang akan menjadi venue penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 mendatang bakal direnovasi dengan standar internasional untuk pertandingan olahraga dan ditargetkan selesai pada November 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah mengebut penyelesaian pembangunan venue Asian Games 2018, baik di DKI Jakarta maupun juga Palembang, Sumatera Selatan, agar bisa tuntas paling lambat akhir tahun 2017 ini.

Jika venue Asian Games siap, rencananya Panitia Penyelenggara Asian Games XVIII Indonesia (Inasgoc) akan segera menggelar test event untuk cabang olaharaga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada awal tahun depan atau 2018.

"Tadi dari laporan dari pak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Ini kan kebanyakan selesai pada 31 Desember 2017. Jadi tidak mungkin test event kita lakukan lebih awal kalau fasilitasnya belum selesai," kata Ketua Pelaksana Inasgoc, Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017).

(Baca: 39 Cabang Olahraga Dipastikan Akan Dipertandingkan di Asian Games 2018)

Erik menerangkan, test event tersebut digelar dengan tujuan untuk mencoba venue cabor yang akan dipertandingkan, termasuk juga Wisma Atlet yang dibangun di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Dengan hasil meeting hari ini. Nanti kami Inasgoc akan mengundang cabor-cabor lagi. Juga melaporkan ke Dewan Olimpiade Asia (OCA) bahwa agendanya sesuai dengan venue yang siap. Nanti venue-nya semuanya itu kan di Jakarta untuk test event-nya," kata Erick.

Erick juga menjamin, pembangunan venue Asian Games tak akan molor dati tenggat waktu yang diberikan, meski test event baru digelar awal tahun 2018.

"Tidak. Waktu kita lakukan pembicaraan mengenai event ini. Waktu itu kan Asian Youth Game. Di mana memang mandatori Asian Youth Games itu harus dilakukan," kata dia.

"Tapi negosiasi dengan OCA akhirnya diizinkan oleh OCA test event saja. Itu kan cukup banyak dana yang dihemat hampir Rp 600 miliar waktu itu dari Asian Youth Games ke test event," tutup Erick.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X