Kompas.com - 23/05/2017, 20:14 WIB
Pebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, bersiap di grid sebelum start balapan GP Australia, di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016). Hayden menggantikan Dani Pedrosa yang cedera. SAEED KHAN/AFP PHOTOPebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, bersiap di grid sebelum start balapan GP Australia, di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016). Hayden menggantikan Dani Pedrosa yang cedera.
EditorPipit Puspita Rini

KOMPAS.COM - Juara Dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden (Amerika Serikat), meninggal dunia pada usia 35 tahun, Senin (22/5/2017). Hayden meninggal setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit Bufalini di Cesena, Italia.

Hayden mengalami kecelakan parah saat bersepeda di daerah Rimini, Italia, Rabu (18/5/2017).

Dia tertabrak sebuah mobil dan dikabarkan mengalami cedera serius di bagian kepala dan dada. Dia tidak pernah sadar hingga meninggal dunia.

Motogp.com merangkum beberapa hasil wawancara mereka dengan pebalap yang dikenal sangat baik dan ramah tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

Hijrah ke MotoGP...

"Kepindahan saya ke MotoGP merupakan langkah besar. Saya pindah dari balapan AMA (di AS) dan saya datang dari keluarga besar, dari Kentucky, kota kecil. Saya tumbuh dengan berbagi kamar bersama saudara laki-laki saya. Ketika itu saya seperti tersesat. Saya masih anak-anak dan masih sangat bergaya balap dirt track, lalu harus terjun ke dunia yang sangat baru dan saya harus banyak berlajar.

Dan jika mau jujur, langkah yang saya ambil lebih besar dari yang saya pikirkan sebelumnya. Bukan hanya bahwa saya harus belajar memakai motor baru, tim baru, soal balapannya, tetapi saya juga harus belajar soal kultur, perjalanan, dan itu merupakan air yang dalam dan tidak mudah pada awalnya. Namun, untungnya saya mendapatkan motor yang bagus -itu sangat menolong- dan saya bisa mendapatkan hasil yang bagus.

Saya bisa menjadi Rookie of The Year pada 2003, mengalahkan (Troy) Bayliss dan Colin (Edwards). Itu merupakan lembah yang curam untuk belajar, tetapi saya belajar untuk berenang dengan cepat supaya bisa bertahan.


Pebalap Grand Prix dari Amerika...

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa pebalap Amerika memiliki kesulitan lebih. Tentu saja, ada kalanya, menjadi orang Amerika bisa membantu. Namum, menurut saya, lebih mudah bagi pebalap dari Eropa, sudah pasti. Pebalap dari luar (Eropa), dari Amerika, Australia, atau yang lainnya, mengalami kesulitan lebih karena jauh dari rumah, ini yang harus benar-benar kamu pelajari.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber MotoGP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.