PRSI DKI Dukung Target KONI di PON 2020

Kompas.com - 03/05/2017, 09:16 WIB
Ktua Umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Rudy Salahuddin Ramto membuka Gubernur Cup XXIX, Kamis (4/7). Tjahjo Sasongko/Kompas.comKtua Umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Rudy Salahuddin Ramto membuka Gubernur Cup XXIX, Kamis (4/7).
|
EditorTjahjo Sasongko


JAKARTA, Kompas.com - Pengurus Pusat Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Pengprov DKI menyebut akan mendukung misi besar KONI DKI untuk merebut kembali juara umum Pekan Olah raga Nasional (PON).

KONI DKI dengan ketua umum terpulih yang baru, Dody Rahmadi Amar menyebut  akan merebut kembali gelar juara umum PON di Papua 2020 mendatang. DKI kehilangan gelar juara umum setelah hanya menempati peringkat tiga pada PON XIX di Bandung pada 2016 lalu.

Ketua umum Pengpprov PRSI, Rudy Salahuddin Bunyamin Ramto menyebut dari cabang akuatik, pihaknya akan berupaya untuk memenuhi target besar tersebut. "Pada PON XIX/2016 lalu, akuatik menyumbangkan banyak medali buat kontingen DKI. Jadi dengan sistem pembinaan yang berkesinambungan, bukan hal mustahil untuk meningkatkan perolehan medali tersebut," kata Rudy Bun, panggilan ketua Umum PRSI DKI tersebut.

Hasil spektakuler memang didapat tim renang prestasi DKI. Dari nihil medali emas saat PON XVIII/2012 di Riau, Gde Siman Sudartawa dkk mampu menyumbangkan 7 medali emas, 11 perak dan 9 perunggu. Hasil ini ditambah dengan 2 medali emas dari polo air serta 2 medali emas dari cabang loncat indah.

Perolehan medali di renang prestasi tersebut saja memang masih di bawah  tuan rumah Jawa Barat yang memborong 17 medali emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Menempatkannya pada posisi pertama klasemen renang di PON 2016. Sementara Jawa Timur menduduki peringkat kedua dengan mengoleksi 9 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu.

"Untuk ke depannya, perhatian utama tentu akan pada renang prestasi. Semakin banyak kompetisi kita buat secara internal, tentu para atket akan lebih terpacu untuk berprestasi," kata Rudy lagi. Ia menyebut  ajang seperti kejurprov,  kejuaraan kelompok umur akan lebih menjadi perhatian pengurus.

"Selama ini kendala utama adalah pendanaan karena ada kebijakan baru dari KONI soal bantuan pendanaan kejuaraan lokal," lanjutnya. "Tetapi tentunya hal ini bukan tidak bisa diatasi. Tugas ketua umum tentunya untuk mencari sumber-sumber pendanaan."

Rudy yang terpilih secara aklamasi pada 2013 lalu  menyebut sumber pendanaan Pengprov PRSI memang sangat terbatas. "Setelah PON 2016 lalu, pendanaan dari KONI untuk pembinaan dihentikan sementara. Jadi untuk ajang seperti kejuaraan kelompok umur atau pun keberangkatan atlet ke kejurnas Palembang, harus dari sumber pribadi," ungkapnya.

Rudy sendiri berharap dapat melanjutkan target untuk membawa kembali DKI menjadi juara umum pada cabang akuatik pada PON 2020 di Papua. "Fokus tentunya pada atlet-atlet yang ada sekarang. Beri kesempatan kepada para atlet renang  untuk dapat terus berkompetisi pada tingkat regional mau pun internasional. Dengan  tetap mempertahankan resources seperti atlet dan pelatih yang sekarang, kita yakin DKI akan  bisa kembali berada di kejayaan prestasi di akuatik."

Ketua umum KONI terpilih, Dody Rahmadi Amar sendiri menyebut  berharap tidak ada perubahan yang besar pada kepengurusan cabor. terutama yang sudah menunjukkan performa baik di PON 2016 lalu. "Saya sendiri prinsipnya tidak mau kepengurusan saya nantinya hanya mengurus pengurus (cabor). Akan lebih enak bila KONI bekerjasama dengan pengurus cabor yang menguasai bidangnya, terlebih bila dia sudah punya pengalaman."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persela Vs Persebaya, Nilmaizar Berharap Kebangkitan Laskar Joko Tingkir Berlanjut

Persela Vs Persebaya, Nilmaizar Berharap Kebangkitan Laskar Joko Tingkir Berlanjut

Liga Indonesia
Persela Vs Persebaya, Wolfgang Pikal Ungkap Alasan Kekalahan Bajul Ijo

Persela Vs Persebaya, Wolfgang Pikal Ungkap Alasan Kekalahan Bajul Ijo

Liga Indonesia
Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Liga Indonesia
Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Olahraga
Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Liga Indonesia
Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Liga Indonesia
Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Liga Spanyol
Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Liga Indonesia
Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Olahraga
Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Liga Indonesia
Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Olahraga
Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Liga Indonesia
Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Liga Champions
Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X