Kompas.com - 30/03/2017, 17:45 WIB
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Menjelang 17 bulan lagi pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kerjasama antara Dewan Olimpiade Asia (OCA) dengan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) semakin intens. Hal itu terlihat dalam OCA Protocol Coordination Meeting yang berlangsung di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Rapat yang sedianya digelar sehari setelah pelaksanaan OCA Coordination Committee Meeting VI (Coorcom), pada 7 Maret lalu mengalami penjadwalan ulang karena menyesuaikan waktu dengan lembaga-lembaga terkait di pemerintahan Indonesia, seperti Sekretariat Negara, Kementerian Luar negeri, Mabes POLRI,  Sekretariat Negara, PPK GBK, PU PERA,  Pasukan Pengamanan Presiden dan pihak-pihak lain yang terkait.

"Tujuan dari OCA Protocol Coordination Meeting ini adalah menyamakan visi atas segala hal yang berhubungan dengan protokoler. Hasil dari pertemuan ini akan ada satu kesepakatan saat Asian Games 2018 berlangsung yang mengatur protokoler karena selain menghadirkan Presiden RI saat upacara pembukaan, juga akan dihadiri Presiden OCA dan beberapa kepala negara atau pimpinan tertinggi," ujar plt Sekjen INASGOC, Harry Warganegara.

Rapat yang berlangsung setengah hari ini ini dihadiri perwakilan dari OCA , yakni Abdulla Al Mulla sebagai OCA Protocol Director dan Abdulhadi Mohammed (OCA Protocol Officer). Sementara dari tuan rumah akan dihadiri Plt Sekjen INASGOC, serta Deputi I Games Operations, Deputi II Games Administrations, Deputi III, Games Supports, dan Deputi IV Security.

Ketentuan untuk menggelar OCA Protocol Coordination Meeting ini termuat dalam Host City Contract (HCC) dan OCA Constitution & Rules sehingga saat pelaksanaan Asian Games XVIII yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018 nanti, segala hal protokoler untuk mengatur pejabat negara tuan rumah, OCA, dan juga tamu negara akan menggunakan sports protocol OCA ketimbang protokoler yang biasa diterapkan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

"Hal ini harus dibahas dan dipahami supaya antara panitia pelaksana, OCA, dan juga lembaga terkait di Indonesia yang berurusan dengan protokoler punya persepsi penggunaan sports protocol yang sama dan benar sesuai dengan arahan OCA dan HCC maupun OCA Constitution and Rules. Misalnya, yang paling krusial adalah mengatur posisi duduk Presiden OCA yang harus tepat berada di sebelah kanan Presiden Indonesia saat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 nanti," tambah Harry.

Tindak lanjut dari hasil rapat ini setiap departemen yang ada di INASGOC akan menyiapkan pengaturan protokoler untuk VIP/VVIP yang sesuai arahan sports protocol OCA, termasuk juga pengaturan posisi duduk para pejabat negara dan OCA saat upacara pembukaan serta penutupan Asian Games 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.