Kompas.com - 11/12/2016, 00:57 WIB
Atlet lompat tinggi putra asal DKI Jakarta, Rizky Ghusyafa berselebrasi usai bertanding pada final lompat tinggi putra di PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (25/9/2016).  Ia meraih emas dengan tinggi lompatan 2.08 meter. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAtlet lompat tinggi putra asal DKI Jakarta, Rizky Ghusyafa berselebrasi usai bertanding pada final lompat tinggi putra di PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (25/9/2016). Ia meraih emas dengan tinggi lompatan 2.08 meter.
|
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, KOMPAS.com — Bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 untuk kontingen DKI dipastikan tidak akan seperti yang pernah dijanjikan Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam acara pembubaran kontingen DKI ke PON XIX di Hotel Grand Whizz, Kelapa Gading Jakarta, Kabid Binpres Disortda DKI Dr Tedi Cahyono menyebut, Pemprov DKI akan memberikan bonus pada Rabu (14/12/2016).

Jumlah yang diberikan sesuai dengan imbauan dari Kemenpora untuk tidak melebihi bonus yang dberikan negara. Selama ini, negara menetapkan bonus medali emas untuk SEA Games Rp 200 juta, Asian Games Rp 400 juta, dan untuk Olimpiade sebesar Rp 5 miliar.

"Saya tidak akan menyebut angkanya karena yang berwenang menyebutkannya adalah PLt Gubernur dalam acara penyerahannya pada Rabu (14/12/2016) mendatang," kata Tedi yang datang mewakili Ketua Disorda DKI Firmansyah yang kembali tidak bisa datang.

Firmansyah juga berhalangan hadir dalam penyerahan piagam penghargaan buat pencetak rekor dan cabang olahraga (cabor) juara umum PON di FX Senayan, Minggu (4/12/2016) lalu.

Meski sudah mendengar isu tentang menciutnya jumlah bonus yang diberikan sebelumnya, tak ayal pengumuman ini menimbulkan kekecewaan para atlet yang hadir dalam acara pembubaran kontingen tersebut.

Sebelumnya, Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama benjanji memberikan Rp 1 miliar bagi peraih medali emas yang kemudian dijabarkan menjadi Rp 350 juta bagi peraih medali emas, Rp 125 juta untuk peraih perak, dan Rp 75 juta untuk peraih medali perunggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum KONI DKI Raja Sapta Ervian menyebut, pemberian Rp 350 juta itu sebenarnya merupakan pilihan kompromistis dan penerjemahan dari keinginan Ahok dalam memberi penghargaan.

Bonus dengan jumlah tersebut rencananya akan diberikan pada 19 Oktober dan 27 Oktober, sehari sebelum Ahok non-aktif. Namun, seiring dengan cutinya Ahok untuk menjalani kampanye Pilkada DKI, jumlahnya kemudian berubah lagi.

Kisi-kisi yang diajukan Kemenpora tersebut sebenarnya belum berupa keputusan formal. Isu ini mencuat seusai PON XIX lalu karena adanya fenomena atlet-atlet yang lebih memilih tampil di PON ketimbang membela negara dalam ajang internasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

F1 GP Arab Saudi, Hamilton: Verstappen Melampaui Batas!

F1 GP Arab Saudi, Hamilton: Verstappen Melampaui Batas!

Sports
Pengertian E-Sports dan Jenisnya

Pengertian E-Sports dan Jenisnya

Sports
Man United Pakai Formasi 4-2-2-2, Ini Penjelasan Ralf Rangnick

Man United Pakai Formasi 4-2-2-2, Ini Penjelasan Ralf Rangnick

Liga Inggris
Setelah Sharapova dan Scherzinger, Kini Dimitrov Pacari Putri Miliarder Rusia

Setelah Sharapova dan Scherzinger, Kini Dimitrov Pacari Putri Miliarder Rusia

Sports
Man United Vs Crystal Palace, Rangnick Terkejut dengan Performa Setan Merah

Man United Vs Crystal Palace, Rangnick Terkejut dengan Performa Setan Merah

Liga Inggris
Drama F1 GP Arab Saudi, Verstappen Dihukum Penalti 10 Detik

Drama F1 GP Arab Saudi, Verstappen Dihukum Penalti 10 Detik

Sports
Formula 1 2021 Capai Titik Didih: Bisakah Verstappen Akhiri Dominasi Hamilton?

Formula 1 2021 Capai Titik Didih: Bisakah Verstappen Akhiri Dominasi Hamilton?

Sports
Kisah Raventus, Anak Lius Pongoh, Tugas di Paralimpiade Tokyo dan Saksi Kembalinya Piala Thomas

Kisah Raventus, Anak Lius Pongoh, Tugas di Paralimpiade Tokyo dan Saksi Kembalinya Piala Thomas

Badminton
Djokovic Jaga Nama Besar The Big 3 saat Nadal dan Federer Tenggelam

Djokovic Jaga Nama Besar The Big 3 saat Nadal dan Federer Tenggelam

Sports
Piala AFF Indonesia Vs Kamboja - Garuda Siap Raih Poin Penuh Perdana

Piala AFF Indonesia Vs Kamboja - Garuda Siap Raih Poin Penuh Perdana

Liga Indonesia
Sampdoria Vs Lazio 1-3: Panggung Ciro Immobile, Si Cakar Tajam Elang Ibu Kota

Sampdoria Vs Lazio 1-3: Panggung Ciro Immobile, Si Cakar Tajam Elang Ibu Kota

Sports
Jadwal Piala AFF 2020: Kamboja Vs Malaysia, Vietnam Beraksi, Indonesia...

Jadwal Piala AFF 2020: Kamboja Vs Malaysia, Vietnam Beraksi, Indonesia...

Liga Indonesia
Kalah dari Persib, Fabio Lefundes Akui Madura United Telat Panas

Kalah dari Persib, Fabio Lefundes Akui Madura United Telat Panas

Liga Indonesia
Hasil dan Klasemen Liga Italia, Juventus Kian Dekat Tembus 4 Besar

Hasil dan Klasemen Liga Italia, Juventus Kian Dekat Tembus 4 Besar

Liga Italia
Kasus Covid-19 Meningkat, Laga Bayern Vs Barcelona Digelar Tanpa Penonton

Kasus Covid-19 Meningkat, Laga Bayern Vs Barcelona Digelar Tanpa Penonton

Liga Champions
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.