Kompas.com - 05/12/2016, 23:40 WIB
Pembukaan Pekan Olahraga Nasional XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Sabtu (17/9/2016). Pembukaan even akbar nasional yang berakhir pada 30 September ini, menampilkan permainan pencahayaan dipadu dengan parade kembang api dan diiringi suara gemuruh penonton. Parade diikuti 3000 penari dari berbagai komunitas hingga artis ibukota asal Jawa Barat. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPembukaan Pekan Olahraga Nasional XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Sabtu (17/9/2016). Pembukaan even akbar nasional yang berakhir pada 30 September ini, menampilkan permainan pencahayaan dipadu dengan parade kembang api dan diiringi suara gemuruh penonton. Parade diikuti 3000 penari dari berbagai komunitas hingga artis ibukota asal Jawa Barat.
EditorTjahjo Sasongko

JAYAPURA, Kompas.com  - Seratusan atlet dan pelatih asal Papua yang mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat mempertanyakan besaran bonus yang tidak sesuai dengan perjanjian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Halaman Kantor Gubernur, Jayapura pada Senin (5/12/2016).

Mereka menggelar aksinya dengan membawa medali yang diraih di ajang PON Jawa Barat lalu serta spanduk-spanduk berisi tuntutan kepada Pemprov Papua.

Alberth Isage salah satu atlet PON cabang olahraga dayung, di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya menggelar aksi protes tersebut untuk menagih janji Ketua Umum KONI Papua yang akan memberikan bonus untuk atlet peraih medali emas perorangan Rp600 juta, perak Rp400 juta dan perunggu Rp200 juta.

"Sementara pembayaran bonus untuk beregu, pemberian bonusnya per kepala sebesar Rp400 juta per orang, perak beregu Rp200 juta dan perunggu Rp100 juta," katanya.

Menurut Alberth, cabang perahu dayung yang diperkuat 12 atlet dan  berhasil mempersembahkan satu medali emas nomor beregu seharusnya mendapat bonus Rp400 juta per orang. "Pemberian bonus untuk perorangan dan beregu sudah berubah, tidak sesuai dengan janji kepada kami," ujarnya seperti dikutip ANTARA.

Dia menjelaskan, pihaknya meminta kepada Ketua Umum KONI Papua agar memberikan bonus sesuai dengan janji, karena atlet Bumi Cenderawasih membawa nama baik Provinsi Papua. "Gubernur pernah memberikan janji di Sasana Krida, tetapi karena usulan terlalu banyak akhirnya diubah sebelum bertanding di PON Jawa Barat," katanya lagi.

Gubernur Papua Lukas Enembe secara simbolis menyerahkan bonus kepada tiga atlet di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (3/12/2016). Penyerahan bonus disaksikan sekitar 1.000 pelajar SMP dan SMA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk kategori perseorangan, bonus peraih emas Rp 600 juta, perak Rp 250 juta, dan perunggu Rp 150 juta.

 

Untuk kategori beregu, peraih medali emas mendapat Rp 1 miliar, perak Rp 400 juta, dan perunggu Rp 200 juta. ”Kami memberikan bonus sekitar Rp 50 miliar untuk memotivasi para atlet agar terus berprestasi,” kata Lukas.

Pada PON 2016, Papua meraih 17 emas, 19 medali perak, dan 32 perunggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.