Kompas.com - 04/12/2016, 17:46 WIB
Tim estafet DKI yang berhasil memecahkan rekor PON nomor 4x100 meter gaya ganti putera terdiri dari Gde Siman Sudartawa, Gagarin Nathaniel, Adityastha Rai dan Alexis Wijaya Ohmar menerima piagam penghargaan dari Ketum KONI DKI Raja Sapta Ervian dan Kabid Binpres Disorda DKI, Dr Tedi Cahyono, Tjahjo Sasongko/Kompas.comTim estafet DKI yang berhasil memecahkan rekor PON nomor 4x100 meter gaya ganti putera terdiri dari Gde Siman Sudartawa, Gagarin Nathaniel, Adityastha Rai dan Alexis Wijaya Ohmar menerima piagam penghargaan dari Ketum KONI DKI Raja Sapta Ervian dan Kabid Binpres Disorda DKI, Dr Tedi Cahyono,
|
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - KONI DKI, Minggu (4/12/2016) memberi piagam penghargaan kepada para atlet yang berhasil mencatat rekor pada perhelatan pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September lalu.

Dalam acara yang diadakan di acara Car Free Day di depan FX Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016) ini para atlet pemecah rekor pada PON lalu menerima piagam penghargaan dari ketua umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian serta Kabid Bina Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Dr. Tedi Cahyono.

Menurut Raja Sapta Ervian atau Eyi,  acara ini merupakan awal dari rangkaian acara penyerahan bonus PON DKI yang rencananya akan diberikan bulan ini. "Pemberian bonus PON akan dilakukan di Balai Kota dan akan ada bonus khusus buat para pemecah rekor. Karena takut nanti acaranya akan bertele-tele, maka untuk pemecah rekor kami dulukan," kata Eyi.

Eyi menyebut pemberian bonus akan dilakukan dalam sebuah upacara di Balai Kota DKI pada pertengahan Desember. "Sekitar 15 Desember, namun semuanya masih menunggu kepastian dari pihak Pemprov," kata Eyi pula. "Kami sudah memberikan apa yang menjadi tugas kami kepada pihak Pemprov."

Sebelumnya tersiar kabar yang menyebut adanya tarik menarik kepentingan antara pihak KONI dan Disorda dalam hal penyerahan bonus atlet PON DKI ini. Tarik menarik ini menyangkut tentang waktu penyerahan bonus dan terutama tentang besaran bonus yang akan diterimakan oleh atlet.

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Acara pemberian enghargaan ditandai pemebriaan doorprize berupa motor yangd iterima atlet polo air. "Ini biaya pribadi, bukan institusi,' kata Ketum KONI, Raja Sapta Ervian.

Pada awalnya Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan akan menyerahkan bonus 1 milyar rupiah kepada peraih medali emas PON dengan mekanisme penyerahan diberikan kepada perkumpulan olah raga asal klub.  Namun kemudian keinginan Ahok ini diterjemahkan dengan penetapan bonus sebesar Rp 350 juta buat peraih medali emas dan varian lain untuk peraih perak dan perunggu. Sementara untuk klub juga mendapat bagian dari bonus tesrebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun seusai PON, Pemprov menggunakan  aturan dari Kemenpora perihal pemberian bonus buat atlet. Aturan Kemepora menyebut bahwa bonus atlet dalam pertandingan tingkat lokal tidak boleh melebihi bonus tingkat nasional yang diberikan untuk ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.


Hal ini dibenarkan oleh Kabid Binpres Disorda DKI, Tedi Cahyono. Menurut Tedi, semua daerah akan mengikuti aturan yang diberikan Kemenpora atau terancam sanksi di kemudian hari. "Untuk bonus medali emas memang kita  tidak bisa melebih bonus SEA Games, yaitu Rp 200 juta," kata Tedi.

Tedi menyebut bisa saja ada daerah lain yang memebrikan bonus melebihi ketentuan Kemenpora, namun ada risiko sanksi di kemudian hari. "Kalau sanksi diberikan, kan olah raga daerah itu sendiri yang akan repot."

Tedi juga membantah adanya tarik menarik kepentingan antara KONI dan Disorda dalam hal pemberian bonus ini. "Kita satu suara, karena bagaimana pun keputusan akhir ada di Pemprov. Kami pasti membagikan bonus terebut secepatnya," lanjut Tedi. Ia tidak mau memastikan bahwa tanggal yang dimaksud adalah 15 Desember, batas waktu pengembalian APBD. "Lebih baik disebut secepatnya."

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Para atlet DKI yang berhasil mempertajam rekor di PON XIX/2016 di Jawa Barat.

Ketua KONI Raja Sapta Ervian menampik saat disebut bonus PON DKI lebih kecil dibandingkan kontingen pesaing utama seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua provinsi tersebut telah menetapkan kisaran Rp 250-275 juta untuk setiap medali emas yang diraih di PON.  "Tetapi semua menunggu keputsuan dari PLT Gubernur."

Isu kapan bonus turun memang santer dibicarakan para atlet peraih medali PON lalu, termasuk para atlet nasional.  Atlet renang nasional Gde Siman Sudartawa yang merupakan peraih medali emas terbanyak di PON lalu meneyebut memang berharap  bonus segera turun.  "Sebagai atlet, tentu saya membutuhkan bonus untuk menjaga kondisi dan kebutuhan harian saya. Apalagi saat ini uang bulanan sebagai atlet pemusatan latihan daerah dan nasional sudah tidak kami peroleh."

Pada PON XIX lalu, kontingen DKI Jakarta mengumpulkan 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu. DKI berada di urutan tiga di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.