Kompas.com - 29/11/2016, 08:01 WIB
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melalui pemeriksaan di National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India, sebanyak 12 sampel urine atlet peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 diindikasi mengandung zat doping.

Jumlah kasus kali ini meningkat dibandingkan dengan temuan PON Riau 2012.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas dari pihak-pihak yang berwenang dalam tes doping PON 2016, ke-12 atlet dengan sampel urine positif doping itu tampil di cabang berkuda, menembak, serta angkat besi dan binaraga.

Hasil tersebut sudah diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ketua Panitia Besar PON Jabar 2016, dan Ketua Umum KONI.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto, yang dihubungi saat berada di Madrid, Spanyol, Senin (28/11), mengatakan, ada sejumlah atlet PON Jabar 2016 yang tersangkut kasus doping.

"Informasi itu betul. Jumlah atlet yang tersangkut kasus doping meningkat daripada jumlah atlet di PON Riau 2012," katanya.

Gatot mengatakan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga sudah mengetahui temuan terkait kasus doping itu.

Konfirmasi mengenai hasil laporan itu juga dikatakan Ahmad Heryawan, Ketua Umum PB PON Jabar 2016, yang juga Gubernur Jawa Barat.

"Secara pribadi saya sudah mengetahui hasil laboratoriumnya. Saya sudah menerima laporan dari Sub-Bidang Kesehatan PB PON," kata Ahmad di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Walaupun demikian, Ahmad menilai jumlah atlet yang terbukti positif doping relatif kecil dibandingkan dengan total jumlah medali emas yang diperebutkan, sebanyak 765 medali.

"Pelanggarannya relatif kecil karena jumlahnya bisa dihitung dengan jari atau masih dalam batas kewajaran," kata pria yang kerap disapa Aher itu.

"Itu bisa dilihat dari sampel urine yang diperiksa, hasil yang positif doping jauh di bawah 50 persen. Jangankan di PON, dalam ajang Olimpiade saja juga terjadi pelanggaran penggunaan doping."

Dibandingkan dengan temuan pada PON sebelumnya, jumlah temuan kali ini merupakan temuan terbanyak, yaitu 12 sampel urine yang terindikasi positif.

Pada PON Kalimantan Timur 2008 terdapat lima sampel yang positif mengandung zat doping. Sementara pada PON Riau 2012 terdapat delapan sampel urine yang positif mengandung zat doping. "Meningkat dalam arti yang tidak baik," ujar Gatot.

 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 November 2016, di halaman 1 dengan judul "12 Atlet PON 2016 Positif Doping".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lisandro Martinez, Satu Peluru untuk Tiga Masalah Man United

Lisandro Martinez, Satu Peluru untuk Tiga Masalah Man United

Liga Inggris
Final Malaysia Open 2022: Rekor Pertemuan Axelsen Vs Kento Momota

Final Malaysia Open 2022: Rekor Pertemuan Axelsen Vs Kento Momota

Sports
Rekap Malaysia Open 2022: Fajar/Rian dan Apriyani/Fadia Menang, Indonesia Punya 2 Wakil di Final

Rekap Malaysia Open 2022: Fajar/Rian dan Apriyani/Fadia Menang, Indonesia Punya 2 Wakil di Final

Badminton
Susunan Pemain Timnas U19 Indonesia Vs Vietnam, Ferrari Kapten

Susunan Pemain Timnas U19 Indonesia Vs Vietnam, Ferrari Kapten

Sports
Monza Punya Ide Gila, Duetkan Icardi dan Dybala!

Monza Punya Ide Gila, Duetkan Icardi dan Dybala!

Liga Italia
Ke Final Malaysia Open 2022, Fajar/Rian Bikin Lawan Tertekan di Rumah Sendiri

Ke Final Malaysia Open 2022, Fajar/Rian Bikin Lawan Tertekan di Rumah Sendiri

Badminton
Hasil Malaysia Open 2022: Penantian Pahit Jonatan Christie

Hasil Malaysia Open 2022: Penantian Pahit Jonatan Christie

Sports
Hasil Piala AFF U19 2022: Diwarnai Kartu Merah, Thailand Menang 1-0 atas Filipina

Hasil Piala AFF U19 2022: Diwarnai Kartu Merah, Thailand Menang 1-0 atas Filipina

Liga Indonesia
Malaysia Open 2022: Apriyani/Fadia Sudah Paham Gaya Lawan di Final

Malaysia Open 2022: Apriyani/Fadia Sudah Paham Gaya Lawan di Final

Badminton
Link Live Streaming Timnas U19 Indonesia Vs Vietnam, Kickoff 20.30 WIB

Link Live Streaming Timnas U19 Indonesia Vs Vietnam, Kickoff 20.30 WIB

Liga Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2022: Myanmar Pesta Gol, Hantam Brunei 7-0!

Hasil Piala AFF U19 2022: Myanmar Pesta Gol, Hantam Brunei 7-0!

Liga Indonesia
Hasil Malaysia Open 2022: Jadi Momok Tuan Rumah, Fajar/Rian ke Final!

Hasil Malaysia Open 2022: Jadi Momok Tuan Rumah, Fajar/Rian ke Final!

Badminton
Hasil Arema FC Vs Barito Putera: Menang Adu Penalti, Singo Edan ke Semifinal!

Hasil Arema FC Vs Barito Putera: Menang Adu Penalti, Singo Edan ke Semifinal!

Liga Indonesia
FT Arema FC Vs Barito Putera 0-0, Pemenang Ditentukan lewat Adu Penalti

FT Arema FC Vs Barito Putera 0-0, Pemenang Ditentukan lewat Adu Penalti

Liga Indonesia
Fadia Usai Raih Tiga Final dalam Satu Setengah Bulan bersama Apriyani: Saya Kira Pelan-pelan...

Fadia Usai Raih Tiga Final dalam Satu Setengah Bulan bersama Apriyani: Saya Kira Pelan-pelan...

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.