Kompas.com - 14/11/2016, 06:07 WIB
Pebalap Movistar Yamaha Team asal Spanyol, Jorge Lorenzo, mencium trofi yang didapat setelah memenangi balapan GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (13/11/2016). JOSE JORDAN/AFP PHOTOPebalap Movistar Yamaha Team asal Spanyol, Jorge Lorenzo, mencium trofi yang didapat setelah memenangi balapan GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (13/11/2016).
EditorPipit Puspita Rini

VALENCIA, KOMPAS.com - Pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo, menutup sembilan tahun kerja samanya bersama Movistar Yamaha dengan memenangi balapan GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (13/11/2016).

"Saya tidak bisa punya akhir yang lebih baik dalam karier saya bersama Yamaha. Saya beruntung bisa memberikan hadiah terakhir untuk pabrikan yang sudah sangat mendukung saya selama bertahun-tahun," kata Lorenzo yang dilansir Motorsport.com.

GP Valencia merupakan balapan ke-250 Lorenzo sepanjang karier grand prix-nya. Dia menjalani akhir pekan ini dengan indah.

Pada sesi kualifikasi, Sabtu (12/10/2016), dia mencatat rekor putaran tercepat sekaligus mengamankan pole position balapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selepas start, dia langsung memimpin balapan dan tak pernah terkejar hingga balapan berakhir. Dia sempat unggul hampir lima detik dari pabalap lain di posisi kedua.

"Putaran-putaran awal sangat luar biasa. Saya beruntung (Marc) Marquez tertahan di belakang. Jika tidak, akan sulit untuk memenangi balapan karena dia punya kecepatan lebih bagus pada bagian akhir balapan," kata Lorenzo.

Pada putaran-putaran terakhir balapan, Lorenzo mulai mengalami masalah dengan ban, sementara Marquez (Repsol Honda) mulai mendekat.

Lorenzo berhasil mempertahankan posisinya hingga akhirnya menyentuh garis finis, 1,185 detik di depan Marquez.

"Dia mungkin memiliki ban yang lebih baik (kondisinya) karena bagian kiri ban saya sudah rusak. Saya harus berusaha keras karena saya tahu Marc akan berusaha untuk menyerang dengan maksimal," ujar Lorenzo.

"Saya harus sangat hati-hati menghindari hard slide. Lima lap terakhir sangat sulit, terutama di tikungan terakhir," ujar pebalap 29 tahun tersebut.

Lorenzo akan memperkuat Ducati Team pada MotoGP 2017. Dia akan mencoba Desmosedici GP pada tes pasca-musim di Sirkuit Ricarco Tormo, 15-16 November.



Sumber Motorsport
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Badminton
Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

Sports
Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

Sports
Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

Sports
Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

Internasional
Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

Sports
Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

Sports
Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

Sports
Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

Badminton
Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

Sports
BREAKING NEWS, Eko Yuli Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

BREAKING NEWS, Eko Yuli Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

Sports
Melihat Progres Jakarta International Stadium, Stadion Masa Depan Persija

Melihat Progres Jakarta International Stadium, Stadion Masa Depan Persija

Liga Indonesia
Deni, Lifter Putra Indonesia yang Bertekad Bangkit dari Pengasingan

Deni, Lifter Putra Indonesia yang Bertekad Bangkit dari Pengasingan

Sports
Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo, Perenang Belia Tunisia Kejutkan Dunia Renang

Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo, Perenang Belia Tunisia Kejutkan Dunia Renang

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X