Kompas.com - 24/10/2016, 13:23 WIB
Pebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, mendengarkan krunya ketika menjalani sesi latihan bebas keempat GP Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (22/10/2016). SAEED KHAN/AFP PHOTOPebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, mendengarkan krunya ketika menjalani sesi latihan bebas keempat GP Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (22/10/2016).
EditorPipit Puspita Rini

PHILLIP ISLAND, KOMPAS.com - Pebalap Amerika Serikat, Nicky Hayden, kehilangan peluang untuk finis 10 besar pada race MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016), karena terjatuh pada bagian akhir balapan.

Hayden turun pada GP Australia bersama Repsol Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa yang masih menjalani pemulihan akibat patah tulang selangka kanan setelah terjatuh pada GP Jepang.

Hayden tengah bersaing dengan Jack MIller (Marc VDS), Scott Redding (Octo Pramac), Bradley Smith (Yamaha Tech3), dan Danilo Petrucci (Octo Pramac), ketika insiden terjadi di tikungan 4 lap kedua terakhir.

Hayden bersenggolan dengan Miller saat menikung ke kanan. Hayden terjatuh, sementara Miller akhirnya finis di urutan ke-10.

"Saya tidak melihat dia (Miller). Di tikungan itu, kamu bisa mendengar pebalap lain, kamu bisa merasakan ada pebalap lain yang mendekat. Di area jarak pandang saya, saya tidak melihat dia, sampai saya ditabrak," kata Hayden soal insiden tersebut, yang dilansir Motorsport.com.

"Dia mendatangi saya (setelah balapan) dan meminta maaf. Itulah balapan dan hal seperti ini terjadi. Saya tidak akan menghampiri dia dan memberi ciuman (tanda memaafkan), tetapi kalian tahu... inilah yang terjadi," ujar juara dunia MotoGP 2006 tersebut.

Hayden menyadari bahwa insiden tersebut terjadi karena semua pebalap ingin memenangi persaingan dan finis lebih dulu. Namun, persaingan yang terjadi berjalan wajar.

"Saya rasa, Jack ingin mengalahkan saya, dan dua pebalap Ducati (Octo Pramac), mereka ingin saling mengalahkan. Saya tidak melihat apapun yang terlalu berbahaya," aku pebalap 35 tahun tersebut.

"Saya pikir saya bisa finis di urutan ketujuh. Saya yakin semua yang ada di grup itu juga yakin bisa memenangi persaingan. Namun, saya unggul posisi, ban saya juga masih sangat bagus. Saya siap bersaing pada lap-lap terakhir," ujar dia lagi.

Meski tak berhasil mempersembahkan poin untuk Repsol Honda, Hayden mengaku bahwa aksinya sepanjang akhir pekan ini berjalan dnegan baik.

"Tentu saja saya punya harapan tinggi. Namun, bisa berada di 10 besar sepanjang akhir pekan dengan kondisi yang berbeda-beda, dan memakai motor baru dengan tim baru, saya rasa saya melakukannya dengan baik untuk tim," ujar pebalap yang kini ikut Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) tersebut.

Hayden juga mengakui bahwa akhir pekan kemarin sangat luar biasa baginya, bisa kembali membela tim yang dulu mengantarnya meraih gelar juara dunia dan bekerja sama dengan kru Pedrosa yang dulu adalah rekan satu timnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.