Kompas.com - 07/10/2016, 00:21 WIB
EditorTjahjo Sasongko

BANGKOK, Kompas.com - Pemain senior Sony Dwi Kuncoro menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2016.

Sony yang merupakan peraih mefdali perunggu Olimpiade Athens 2004 lalu, maju ke perempatfinal setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Pannawit Thongnuam, dengan skor 24-22, 21-13.

Sony harus befrjuang sendiri setelah rekannya, Panji Ahmad Maulana akhirnya harus mengakui keunggulan Tanongsak Saensomboonsuk di babak 16 besar turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2016. Usai bertanding selama 41 menit, Panji pun menyerah dengan skor 18-21, 19-21.

Perjuangan Panji melawan unggulan kelima asal Thailand tersebut patut diapresiasi. Dari segi peringkat dan pengalaman, Panji kalah jauh. Panji kini menduduki rangking 226, sedangkan Saensomboonsuk di posisi 26 dunia.

Namun duel dua pemain tunggal putra ini berlangsung begitu sengit. Smash keras yang menjadi andalan Saensomboonsuk, dapat dikembalikan dengan baik oleh Panji. Di game kedua, Panji bahkan sempat memimpin perolehan angka hingga 12-6. Akan tetapi, kesalahan-kesalahan beruntun yang dilakukan Panji membuatnya kehilangan banyak poin, termasuk saat membuang bola jauh ke belakang lapangan kala ia tertinggal 19-20.

“Saya mainnya ‘jorok’ hari ini, maksudnya banyak membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Sebetulnya saya sudah mempelajari permainan dia, di awal saya bisa mengontrol, tetapi di poin-poin akhir saya banyak mati sendiri. Mungkin karena dia lebih berpengalaman dari saya,” ujar Panji ketika dijumpai Badmintonindonesia.org.

“Lawan adalah pemain yang pukulannya ‘ngawur’, dia suka melakukan smash keras dari belakang lapangan. Sebetulnya ini sudah saya antisipasi, tetapi ya itu tadi, saya banyak mati sendiri,” katanya.

Sebanyak lima wakil Merah-Putih berhasil masuk babak perempat final. Di ganda putra ada pasangan Rian Agung Saputro/Berry Angriawan dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian, kemudian Dinar Dyah Ayustine di tunggal putri serta pasangan ganda putri Keshya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan di Kanjuruhan: Ketika Sepak Bola Dunia Mengheningkan Cipta untuk Indonesia...

Kerusuhan di Kanjuruhan: Ketika Sepak Bola Dunia Mengheningkan Cipta untuk Indonesia...

Sports
Tragedi Kanjuruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Indonesia

Tragedi Kanjuruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Indonesia

Sports
Striker Arema FC: Kami Melihat 7 atau 8 Orang Meninggal Dunia di Ruang Ganti

Striker Arema FC: Kami Melihat 7 atau 8 Orang Meninggal Dunia di Ruang Ganti

Liga Indonesia
Kerusuhan Kanjuruhan adalah Tragedi Bangsa, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?

Kerusuhan Kanjuruhan adalah Tragedi Bangsa, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?

Liga Indonesia
UPDATE Jumlah Korban Kerusuhan Kanjuruhan: 131 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Jumlah Korban Kerusuhan Kanjuruhan: 131 Orang Meninggal Dunia

Sports
Instruksi Presiden Arema FC Seusai Tragedi Stadion Kanjuruhan

Instruksi Presiden Arema FC Seusai Tragedi Stadion Kanjuruhan

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan: Man United, Premier League, hingga LaLiga Berduka

Tragedi Kanjuruhan: Man United, Premier League, hingga LaLiga Berduka

Liga Indonesia
Malam Pilu di Kanjuruhan: Bukan Sekadar Tragedi Sepak Bola, Harus Ada Tindakan Tegas

Malam Pilu di Kanjuruhan: Bukan Sekadar Tragedi Sepak Bola, Harus Ada Tindakan Tegas

Sports
Duka Mendalam Persib terhadap Korban Tragedi Kanjuruhan

Duka Mendalam Persib terhadap Korban Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Pernyataan Resmi FIFA: Tragedi Kanjuruhan Hari Kelam Sepak Bola Dunia

Pernyataan Resmi FIFA: Tragedi Kanjuruhan Hari Kelam Sepak Bola Dunia

Liga Indonesia
Tanda Duka Mendalam, Aremania Gelar Tabur Bunga di Monumen Singa Tegar

Tanda Duka Mendalam, Aremania Gelar Tabur Bunga di Monumen Singa Tegar

Liga Indonesia
Klasemen MotoGP Usai GP Thailand: Persaingan Memanas, Quartararo-Bagnaia Terpaut 2 Poin

Klasemen MotoGP Usai GP Thailand: Persaingan Memanas, Quartararo-Bagnaia Terpaut 2 Poin

Motogp
Hasil MotoGP Thailand 2022: Marquez Gagal Podium, Si Penakluk Mandalika Miguel Oliveira Menang!

Hasil MotoGP Thailand 2022: Marquez Gagal Podium, Si Penakluk Mandalika Miguel Oliveira Menang!

Sports
Imbas Kerusuhan Kanjuruhan: Liga 1 Dihentikan, Liga 2 dan Liga 3 Tetap Jalan

Imbas Kerusuhan Kanjuruhan: Liga 1 Dihentikan, Liga 2 dan Liga 3 Tetap Jalan

Liga Indonesia
Instruksi Presiden Jokowi untuk Kerusuhan Kanjuruhan: Investigasi Cepat, Harus Ada Tanggung Jawab

Instruksi Presiden Jokowi untuk Kerusuhan Kanjuruhan: Investigasi Cepat, Harus Ada Tanggung Jawab

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.