Niki Lauda Ajak Hamilton Naik Jet Pribadinya ke Jepang

Kompas.com - 05/10/2016, 19:36 WIB
Pebalap Mercedes asal Inggris, Lewis Hamilton, bereaksi setelah gagal melanjutkan balapan akibat kerusakan mobil saat menjalani balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (2/10/2016). CL DONALD LIM/AFP PHOTOPebalap Mercedes asal Inggris, Lewis Hamilton, bereaksi setelah gagal melanjutkan balapan akibat kerusakan mobil saat menjalani balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (2/10/2016).
EditorPipit Puspita Rini

KOMPAS.com - Mantan pebalap Formula 1, Niki Lauda, mengatakan akan mengajak Lewis Hamilton naik jet pribadinya saat ke Jepang untuk menjalani seri ke-17 Formula 1 2016, akhir pekan nanti.

Lauda ingin berbicang secara pribadi dengan pebalap Inggris tersebut terkait rumor yang saat ini berkembang bahwa ada sabotase di tubuh Mercedes terhadap Hamilton.

"Saya tahu Lewis dengan sangat baik dan dia tidak akan menuduh tim demikin. Dugaan ini tidak bisa saya terima karena Lewis tahu bahwa kami sudah melakukan segalanya untuk memberinya mesin terbaik," kata Lauda.

Lauda, yang merupakan salah satu petinggi di tubuh Mercedes, ingin memastikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan Hamilton saat menjalani balapan di Sirkuit Suzuka, akhir pekan ini.

Tuduhan ada sabotase terhadap Hamilton muncul menyusul insiden yang terjadi pada balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, akhir pekan kemarin.

Hamilton tengah memimpin sendirian ketika tiba-tiba mesinnya rusak dan api muncul di bagian belakang mobilnya. Dia harus menepi ketika balapan 56 putaran tersebut tersisa 15 lap.

Hamilton frustrasi dan bingung mengapa hanya dia dari semua pemakai mesin Mercedes yang terus mengalami masalah.

Maka, muncullah rumor bahwa ada sabotase di tim dengan tujuan menggagalkan Hamilton untuk menjadi juara dunia.

"Saya sangat menyesal karena tugas saya berkaitan dengan mesin dan tim, jadi saya yang bertanggung jawab, dan saya minta maaf kepada Hamilton," kata Lauda.

"Dia memakai mesin baru, bukan yang lama, jadi kami tidak tahu penyebab kerusakannya. Jika kami tidak tahu apa penyebabnya, tidak ada yang bisa berkata bahwa itu adalah sabotase, itu konyol," ucap pria asal Austria tersebut.

Sepanjang 2016, Hamilton sudah dua kali gagal finis karena kerusakan mesin. Sebelumnya, dia gagal menyelesaikan balapan pada GP Spanyol di Sirkuit Catalunya.

Dengan hasil di Malaysia, Hamilton kini tertinggal 23 poin dari rekan satu timnya, Nico Rosberg, yang memimpin klasemen. Rosberg finis di urutan ketiga pada GP Malaysia.

"Kami bekerja untuk dia dan Nico. Dia sudah memenangi dua gelar juara dunia bersama kami dan paling banyak menyelesaikan balapan, jadi apa yang kamu pikirkan? Kami tiba-tiba melakukan sabotase? Itu akan jadi tindakan konyol," ucap Lauda lagi.

GP Jepang akan berlangsung 7-9 Oktober dan dibuka dengan sesi latihan bebas pada Jumat (7/10/2016) pagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Crash
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X