Wisnubrata
Assistant Managing Editor Kompas.com.

Wartawan, penggemar olahraga, penyuka seni dan kebudayaan, pecinta keluarga

Mimpi Emas di Ring Tinju

Kompas.com - 26/08/2016, 20:45 WIB
Chris John berpose dengan 16 peserta Indonesia Boxing Championship di lapangan Kompas Gramedia, Kamis (18/8/2016). FERRIL DENNYS/KOMPAS.comChris John berpose dengan 16 peserta Indonesia Boxing Championship di lapangan Kompas Gramedia, Kamis (18/8/2016).
EditorHeru Margianto

Saat pasangan bulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Rio di Brasil, Indonesia bersuka cita. Kedatangannya dielu-elukan dan mereka diarak di jalan-jalan utama Jakarta.

Semua orang membicarakannya, media tak henti memberitakannya, dan orang-orang di kampung-kampung, mulai dari anak-anak hingga orang-orang tua mendadak kembali suka bermain bulu tangkis.

Pemerintah pun tak segan menghadiahi pasangan ini masing-masing uang tunai sebesar Rp 5 miliar. Mereka, bersama atlet-atlet olimpiade lain diundang ke istana dan dijamu makan oleh Presiden.

Dalam kesempatan itu muncul harapan kelak atlet-atlet Indonesia akan mendapat makin banyak emas di lebih banyak cabang olahraga.

Presiden Jokowi bahkan memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk memberikan prioritas pada cabang-cabang olahraga yang sudah kelihatan prestasinya, baik dari sisi sarana dan prasana maupun tempat untuk pelatihan.

Dalam hingar bingar penuh kegembiraan ini, tiba-tiba saya ingat teman-teman saya yang menjadi petinju. Semua ingin mendapat emas juga. Semua bermimpi menjadi juara. Kalau tidak juara dunia seperti Floyd Mayweather atau Manny Pacquiao, ya setidaknya punya nama seperti Chris John atau Daud Cino Yordan.

Tapi melihat kondisi mereka, saya sering merasa iba. Para petinju itu nyaris tak punya penghasilan kecuali bila ikut dalam pertandingan. Sementara di negeri ini pertandingan tinju telah menjadi barang langka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebanyakan promotor hanya bersedia memainkan mereka yang punya nama demi mendapatkan keuntungan, baik dari tiket maupun sponsor. Sedangkan petinju-petinju muda seringkali harus bergantung pada nasib agar bisa diikutkan dalam pertandingan.

Masalahnya, tanpa pertandingan, mereka tidak akan punya uang. Tanpa uang, sulit bagi petinju untuk bisa mendapat makanan bergizi dan berlatih dengan baik. Sementara tanpa latihan dan gizi, mereka tak bisa mempersiapkan pertandingan.

Memutus lingkaran setan

Bagaimana memutus lingkaran setan ini? Beberapa petinju kemudian mencari pekerjaan sampingan. Ada yang jadi petugas keamanan, ada yang menjadi tukang parkir, ada pula yang merangkap sebagai tukang service AC.

Toh pekerjaan itu menyita waktu latihan juga.  Bertinju pun jadi tidak maksimal. Namun hanya itu yang bisa dilakukan sembari menunggu adanya pertandingan.

Untunglah, dalam situasi serba tak tentu ini masih ada orang-orang yang mencintai tinju, bahkan hidup demi tinju. Vicky Permana Putra misalnya. Penggagas Total Boxing Promotion ini nekat menyelenggarakan pertandingan-pertandingan tinju bagi pemula.

WSBC Rookie Fight
Vicky mengundang para petinju muda, baik profesional maupun amatir untuk bertarung dalam Rookie Fight.

Ia mempersilakan para member dari berbagai gym maupun sasana untuk ikut ambil bagian dalam acara yang akan diselenggarakan Sabtu (27/8/2016) ini di WSBC Boxing Club di Karawaci.

Saya membayangkan acara itu nanti bakal menjadi ajang tarung yang menarik, karena selain 6 partai profesional, akan ada sekitar 30an member sasana yang bakal menguji nyali mereka di ring. Mengejutkan juga, karena ternyata banyak sekali pecinta tinju yang ingin merasakan berlaga di atas ring.

Selain untuk mencari bakat, Rookie Fight ini digelar juga untuk menumbuhkan kembali semangat bertinju di kalangan atlet. “Kalau tidak lewat ajang seperti ini, siapa lagi yang mau mengadakan pertandingan tinju,” ujar Vicky.

Pertandingan tinju lain yang juga bakal menyalakan semangat adalah Indonesia Boxing Championship (IBC) yang digagas mantan juara dunia tinju WBA, Chris John.

Acara yang digelar dalam kerjasama dengan Kompas TV itu juga bakal menjadi ajang pencarian petinju berbakat.

"Saat ini, banyak sasana yang tutup seperti di Jakarta atau Surabaya. Kenapa? Hal itu karena jarang adanya pertandingan dan kompetisi tinju," kata Chris John saat berkunjung ke kantor Kompas.com, Kamis (18/8/2016).

Chris John berpendapat bahwa dukungan memang sangat diperlukan untuk dunia tinju Indonesia.

"Saya berharap IBC bisa membuat sasana kembali hidup dan bermunculan petinju-petinju muda," tutur Chris.

Dalam acara berupa reality sport ini, 16 petinju akan bersaing untuk menjadi juara. Mereka akan saling dipertandingan, hingga akhirnya muncul juaranya.

Secercah harapan

Rencananya, IBC akan ditayangkan di Kompas TV pada 2 September 2016 pukul 22.00 dan ditayangkan pada setiap Jumat.

Baik Rookie Fight maupun IBC memberi secercah harapan bagi dunia tinju. Mungkin betul bahwa pemerintah akan membantu lebih banyak olahragawan agar Indonesia mendapat lebih banyak emas di berbagai kejuaraan dunia.

Namun yang tidak boleh dilupakan adalah usaha masing-masing kita untuk juga bergerak menuju ke sana.

Bila keduanya sejalan, di masa depan mungkin petinju-petinju kita bisa juga membawa pulang medali emas olimpiade, seperti Muhammad Ali atau The Golden Boy Oscar de la Hoya.

Ah, semoga ini bukan sekedar mimpi...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.