Kompas.com - 25/08/2016, 00:01 WIB
Ganda campuran bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Brasil, Tontowi Ahmad  dan Liliyana Natsir diarak menggunakan bus bandros setibanya di Terminal 3 baru Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGGanda campuran bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Brasil, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir diarak menggunakan bus bandros setibanya di Terminal 3 baru Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016).
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Liliyana Natsir atau Butet mengaku sering menantang pelatih Richard Mainaky untuk memberi program yang lebih berat bagi porsi usianya.

Pemain spesialis ganda campuran Liliyana Natsir akui lakukan introspeksi diri sebelum berjuang di arena Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Meskipun sudah punya segudang prestasi, namun Liliyana tak pernah enggan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Satu hal tepat yang dilakukannya sebelum olimpiade adalah mengevaluasi penampilannya bersama Tontowi semenjak berpasangan dari tahun 2010.

“Saya menghilangkan keegoisan yang sebelum-sebelumnya saya lakukan. Kalau Owi melakukan kesalahan di lapangan, saya selalu berekspresi tidak suka. Lalu saya berpikir, ini adalah olimpiade, event penting. Saya berusaha banget nahan emosi, saya berpikir bahwa Tontowi pasti juga ingin menang, dia nggak mungkin mau kalah,” kata Liliyana dalam acara konferensi pers di Pelatnas Cipayung.

“Dari sini timbul kekuatan, lawan sepertinya juga bingung, kok kami berubah? Biasanya kami kurang harmonis dan cekcok di lapangan,” tuturnya.

Usaha Liliyana ini memang terbukti dapat memperbaiki komunikasinya dengan Tontowi di lapangan. Keduanya ternyata lebih kuat dan lebih solid. Pasangan ganda campuran nomor satu dunia asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, bahkan tak dapat berbuat banyak saat menghadapi Tontowi/Liliyana di partai semifinal. Juara bertahan ini disingkirkan Tontowi/Liliyana dalam dua gim langsung, 21-16, 21-15.

Tak cuma itu, meskipun pemain kelahiran Manado, 9 September 1985 ini menyadari bahwa ia sudah tak lagi muda, semangat dan ambisinya untuk meraih emas olimpiade tetap berkobar. Semua program latihan yang disiapkan oleh sang pelatih, Richard Mainaky, dilahap Liliyana tanpa banyak protes.

“Pelatih memang mengatur pola latihan saya karena saya sudah berumur. Tetapi saya bilang sama kak Icad (Richard), (program) apapun yang kak Icad kasih, saya terima. Saat itu kak Icad sampai bilang kalau saya seperti atlet usia 20-an. Ya, ini semua demi olimpiade terakhir saya,” ucap Liliyana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil AC Milan Vs Spezia 1-2: Rossoneri Kalah Dramatis, Gagal Kudeta Inter

Hasil AC Milan Vs Spezia 1-2: Rossoneri Kalah Dramatis, Gagal Kudeta Inter

Liga Italia
Persiapkan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, China Sempat Buat Salju Buatan

Persiapkan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, China Sempat Buat Salju Buatan

Sports
Link Live Streaming AC Milan Vs Spezia, Kickoff 00.30 WIB

Link Live Streaming AC Milan Vs Spezia, Kickoff 00.30 WIB

Liga Italia
Segini Jumlah Resor Ski Luar Ruang Jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Segini Jumlah Resor Ski Luar Ruang Jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
China Sudah Bangun Ratusan Gelanggang Olahraga Musim Dingin

China Sudah Bangun Ratusan Gelanggang Olahraga Musim Dingin

Sports
Borneo FC Vs Persib, Tekad Igbonefo Bawa Maung Bandung Kembali ke Tiga Besar

Borneo FC Vs Persib, Tekad Igbonefo Bawa Maung Bandung Kembali ke Tiga Besar

Liga Indonesia
Hasil PSIS Vs Arema 0-0: Ditopang Pemain Lokal, Singo Edan Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Hasil PSIS Vs Arema 0-0: Ditopang Pemain Lokal, Singo Edan Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Liga Indonesia
Sah, Bocog Hanya Izinkan Penonton Lokal di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sah, Bocog Hanya Izinkan Penonton Lokal di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Prediksi Susunan Pemain Borneo FC Vs Persib

Prediksi Susunan Pemain Borneo FC Vs Persib

Liga Indonesia
Sanksi WADA Berakhir Bulan Depan, FIBA Asia Cup 2022 Pasti Lebih Sakral

Sanksi WADA Berakhir Bulan Depan, FIBA Asia Cup 2022 Pasti Lebih Sakral

Sports
Pemerintahnya Pilih Boikot Diplomatik, Tim Hoki Es AS Justru Incar Medali Emas Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Pemerintahnya Pilih Boikot Diplomatik, Tim Hoki Es AS Justru Incar Medali Emas Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Brentford Tawarkan Kontrak 6 Bulan untuk Christian Eriksen

Brentford Tawarkan Kontrak 6 Bulan untuk Christian Eriksen

Liga Inggris
Borneo FC Vs Persib, Kemenangan Jadi Harga Mati bagi Maung Bandung

Borneo FC Vs Persib, Kemenangan Jadi Harga Mati bagi Maung Bandung

Liga Indonesia
Babak Pertama PSIS Vs Arema: Singo Edan Tanpa Pemain Asing, Skor Masih 0-0

Babak Pertama PSIS Vs Arema: Singo Edan Tanpa Pemain Asing, Skor Masih 0-0

Liga Indonesia
Witan Selangkah Lebih Dekat ke FK Senica dengan Status Pinjaman

Witan Selangkah Lebih Dekat ke FK Senica dengan Status Pinjaman

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.