Kompas.com - 24/08/2016, 23:45 WIB
Ganda campuran bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Brasil, Tontowi Ahmad  dan Liliyana Natsir diarak menggunakan bus bandros setibanya di Terminal 3 baru Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGGanda campuran bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Brasil, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir diarak menggunakan bus bandros setibanya di Terminal 3 baru Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016).
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Ganda campuran juara Olimpiade, Tonyowi Ahmad dan Liliyana Natsir mengaku memiliki cara masing-masing untuk mengatasi rasa tegang sebelum bertanding.

Panggung olimpiade memang berbeda dengan turnamen lainnya. Berlaga di arena olimpiade dan merebut medali emas menjadi mimpi setiap pebulutangkis. Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mewujudkan mimpi mereka dengan meraih emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Namun di balik kesuksesan ini, ternyata pasangan rangking tiga dunia ini sempat dilanda ketegangan hebat sebelum berlaga di partai puncak.

“Ketegangannya tidak bisa diungkapkan. Bahkan sebelum berangkat ke olimpiade saja sudah tegang. Cara saya mengatasinya adalah mendekatkan diri dengan Tuhan YME. Kalau lagi tegang, baca Al-Quran dan shalat. Di olimpiade kali ini, saya merasa lebih dekat dengan Tuhan,” ucap atlet yang akrab disapa Owi ini.

“Selain itu, saya harus melampiaskan ketegangan, pokoknya gimana caranya lupain kalau saya tegang. Misalnya chat dengan Ci Butet (Liliyana), dan bilang kalau saya tegang. Saya dan Ci Butet sudah sepakat, kalau tegang, kami harus saling bantu. Kami juga tidak mau sombong kalau sedang memimpin perolehan skor cukup jauh,” tambah Tontowi dalam acara konferensi pers yang digelar PBSI di Pelatnas Cipayung, Rabu (24/8/2016).

Diungkapkan Tontowi, memang bukan hanya dirinya yang merasakan ketegangan. Partnernya, Liliyana, juga merasakan hal yang sama, meskipun sudah tiga kali berlaga di panggung olimpiade. Namun menurut Tontowi, ketegangannya harus dilampiaskan, berbeda dengan Liliyana yang memendam keteganannya dalam hati.

Kerjasama pasangan asal klub Djarum ini memang berbuah manis. Medali emas yang telah lama dirindukan akhirnya berhasil diraih usai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-14, 21-12.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.