Kompas.com - 23/08/2016, 20:53 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi, sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa 23/8/2016. ANDREAS LUKAS ALTOBELI/KOMPAS.comPebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi, sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa 23/8/2016.
|
EditorNugyasa Laksamana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bakal mendapatkan bonus besar dari Pemerintah berkat raihan medali emas pada Olimpiade Rio 2016.

Pasangan yang akrab disapa Owi dan Butet itu meraih medali emas setelah menaklukkan ganda campuran asal Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, dengan dua gim langsung, 21-14 dan 21-12.

Keberhasilan mereka mengharumkan nama Indonesia pada Olimpiade Rio 2016 pun mendapatkan apresiasi dari Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menpora, Imam Nahrawi, saat menyambut kedatangan Owi dan Butet di Bandar Udara Soekarno-Hatta, pada Selasa (23/8/2016).

Menurut Imam, Owi dan Butet akan diganjar bonus besar dari Pemerintah, yakni masing-masing sebesar Rp 5 miliar. 

"Pemerintah sangat bersyukur kepada Allah SWT. Di saat negara kita ulang tahun yang ke-71, alhamdulillah kita dapat kado yang indah dan istimewa, yaitu medali emas," ujar Imam.

"Olahraga harus kita angkat menjadi martabat dan harga diri bangsa di hadapan bangsa lain," tutur Imam melanjutkan.

Sementara itu, atlet angkat besi nasional peraih medali perak Olimpiade, yakni Eko Yuli dan Sri Wahyuni, akan diguyur bonus masing-masing sebesar Rp 2 miliar.

Tak hanya itu, para atlet peraih medali Olimpiade juga akan mendapatkan tunjangan hari tua saat kelak mereka pensiun.

Untuk atlet peraih medali emas akan mendapatkan uang Rp 20 juta per bulan, perak sebesar Rp 15 juta per bulan, dan perunggu senilai Rp 10 juta per bulan.

Menpora juga berencana untuk membuat sebuah yayasan dana olahraga. Tujuannya adalah untuk mendukung karier atlet nasional agar tak terkendala masalah dana.

"Untuk semua perusahaan di Indonesia, melalui Corporate Social Responsibility-nya, mereka bisa berkontribusi untuk olahraga nasional. Terutama nanti saat harga rokok naik, bolehlah perusahaan rokok menyumbangkan Rp 10 ribu dari setiap penjualannya," kata Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.