BWF Berhak Meminta Rekaman Telepon Pemain

Kompas.com - 04/04/2016, 15:20 WIB
Ganda campuran Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, melakukan protes terhadap wasit pada pertandingan babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014, ketika menghadapi ganda Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii. KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZESGanda campuran Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, melakukan protes terhadap wasit pada pertandingan babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014, ketika menghadapi ganda Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii.
EditorTjahjo Sasongko


JAKARTA, Kompas.com - Mereka yang masuk dalam lingkup dunia bulutangkis seperti pemain, tim ofisial, staf event, referee dan termasuk pekerja sukarela, berisiko untuk diberi sanksi larangan terjun di dunia bulutangkis seumur hidup jika terbukti melanggar kode etik Badminton World Federation (BWF), terkait dengan taruhan, pengaturan hasil pertandingan ataupun hasil pertandingan yang tidak sewajarnya.

Pemain yang sudah bertanding di tiga turnamen bulutangkis internasional, kini dilarang untuk memasang taruhan pertandingan bulutangkis, begitu pun anggota BWF dan konfederasi benua serta referee BWF.

Baru-baru saja disebarkan ke komunitas bulutangkis internasional, kode etik ini juga diperkuat dengan otoritas badan yang memegang kuasa penuh untuk melakukan investigasi atas dugaan taruhan, pengaturan pertandingan, atau terkait tindak kecurangan lainnya.

“Kami sekarang punya kekuatan lebih untuk mengumpulkan informasi dibawah kode etik ini. Kami bisa meminta wawancara dengan siapapun di lingkungan bulutangkis dan berbicara dengan mereka yang diduga telah melakukan pelanggaran dan menyerahkan barang-barang seperti telepon genggam, laptop, dan rekaman percakapan telepon,” ujar Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund.

“PBSI mendukung kebijakan yang telah dikeluarkan oleh BWF. Hal ini akan membuat pertandingan lebih kompetitif dan lebih fair,” ujar Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI menyatakan dukungannya.

Lund mengatakan bahwa kode etik yang telah diperbaiki ini telah menempatkan kerangka investigasi BWF pada taruhan ilegal dan manipulasi hasil pertandingan secara paralel dengan pengumpulan informasi dibawah aturan Regulasi Anti-Doping (Januari 2015).

“Ini sudah menjadi proyek berjalan untuk menambah sistem regulasi seputar pengaturan pertandingan. Sistem ini sejalan dengan investigasi dan pengumpulan informasi di kasus anti-doping,” jelas Lund.

Kode etik ini, kata Lund, telah ditelaah selama beberapa waktu oleh kelompok kerja Konstitusi dan Etika BWF di mana fokusnya lebih kepada rentang kekuasaan, etika dan aturan olahraga sejak 2010,”.

Di bawah kode etik yang lebih kuat, adalah sebuah pelanggaran jika semua pihak di dunia bulutangkis tidak melaporkan adanya taruhan ilegal, pengumpulan, atau tindakan lain yang bertentangan dengan kode etik. Termasuk menghancurkan barang bukti atau tidak mau mematuhi jalannya investigasi oleh BWF.

“Lewat kode etik ini, BWF berkomitmen agar bulutangkis menjadi olahraga yang bersih. Ini mencakup hampir semua orang yang terlibat di bulutangkis dan sekitarnya dengan adanya evolusi bulutangkis,” tutur Lund.

“Integritas di bulutangkis adalah area yang sangat penting yang harus kita tangani dengan serius. Kami memiliki unit Integritas dan akhir tahun lalu kami meluncurkan Kampanye Integritas yang memperkenalkan berbagai inisiatif untuk melindungi dan mendukung integritas bulutangkis di segala level,”.

“Memiliki aturan yang tepat untuk mengatasi isu integritas adalah elemen kunci dalam penyelidikan untuk memastikan olahraga yang bersih,”.

Sanksi dan hukuman berat akan dijatuhkan kepada siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Dalam kasus yang serius, ini dapat berarti larangan terjun di dunia bulutangkis seumur hidup



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X