"Sport Tourism" Belum Dikembangkan Maksimal

Kompas.com - 02/04/2016, 21:22 WIB
isah Iriawan (Jawa Tengah) lepas landas dari Bukit Parangndog, Parangtritis, Jogjakarta pada Seri I Kejuaraan Nasional Gantolle 2016, 25-27 Maret lalu. LASSAK IMAJI/TAGOR SIAGIAN LASSAK IMAJI/TAGOR SIAGIANisah Iriawan (Jawa Tengah) lepas landas dari Bukit Parangndog, Parangtritis, Jogjakarta pada Seri I Kejuaraan Nasional Gantolle 2016, 25-27 Maret lalu. LASSAK IMAJI/TAGOR SIAGIAN
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengapresiasi daerah-daerah yang menggalakkan kegiatan olahraga yang dipadukan pengembangan pariwisata (Sport Tourism).  

Kegiatan olahraga memang merupakan salah satu cara yang efektif untuk mendorong kunjungan wisatawan dan mempromosikan destinasi wisata.

“Kegiatan olahraga bisa disinergiskan dengan pengembangan pariwisata. Banyak kegiatan olahraga yang bisa dikemas dan disesuaikan dengan potensi wisata daerah masing-masing. Beberapa daerah sudah sukses mengembangkan sport tourism ini, dan kami berharap daerah-daerah lain yang belum melakukannya, mulai memikirkan untuk menghadirkannya,” ujar Menpora terkait pengembangan sport tourism di Tanah Air.

Perkembangan sport tourism di Tanah Air memang semakin positif yang ditandai makin maraknya event olahraga bertaraf Internasional di berbagai daerah yang memiliki potensi wisata. Di antaranya penyelenggaraan event Internasional Sungailiat Bangka Belitung Thriathlon 2016, balap sepeda “Tour de Ijen” di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur dan Tour de Bintan 2016. Kemudian ada Tour de Singkarak yang sudah populer serta berbagai kegiatan lainnya.

“Kegiatan olahraga memang merupakan salah satu cara efektif mendorong kunjungan wisatawan, baik domestik dan terutama mancanegara,” tambah Imam Nahrawi.

Menpora berharap, daerah-daerah yang sudah siap menghadirkan sport tourism, terutama dengan kegiatan olahraga level internasional, dapat mengelolanya secara profesional. Agar para peserta mancanegara merasa puas dan citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah dan diberkahi potensi pariwisata yang indah diceritakan saat mereka kembali ke negara masing-masing.

Seperti diketahui, Internasional Sungailiat Bangka Belitung Thriathlon 2016 pada 23 April mendatang akan dihadiri 480 atlet dari 18 negara, Daerah ini memang memiliki pesona pasir putihnya yang menawan.

Dalam waktu dekat juga akan digelar ajang balap sepeda “Tour de Ijen” yang akan berlangsung 11-14 Mei 2016 di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur yang dikenal dengan kawah indah dan fenomena api birunya. Sebanyak 29 negara dipastikan akan hadir dalam kejuaraan balap sepeda Internasional ini. Adapun even yang kini sedang berlangsung adalah Tour de Bintan, 1-3 April yang diberitakan diikuti sekitar 800 pembalap sepeda dari 40 negara.

Menpora percaya bahwa penyelenggaraan event olahraga wisata ini tidak hanya berpengaruh pada kemajuan olahraga, namun juga memberi dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat daerah tersebut. Sekaligus mendorong terciptanya budaya olahraga sebagai gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Jadi, olahraga bukan hanya soal prestasi saja, tapi lebih daripada itu, juga sebagai gaya hidup dan mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Tanah Air, sekaligus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Menpora.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X