"Bersama Yamaha, Lorenzo Bisa Raih Dua Gelar Juara Dunia Lagi..."

Kompas.com - 28/03/2016, 17:02 WIB
Pebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, berdiskusi dengan tim di paddock Sirkuit Sepang, Malaysia, pada hari ketiga tes pramusim MotoGP 2016, Rabu (3/2/2016). MOHD RASFAN/AFP PHOTOPebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, berdiskusi dengan tim di paddock Sirkuit Sepang, Malaysia, pada hari ketiga tes pramusim MotoGP 2016, Rabu (3/2/2016).
EditorPipit Puspita Rini

KOMPAS.com — Sebelum turun pada GP Qatar, 17-20 Maret, Jorge Lorenzo (Spanyol) sudah mendapatkan tawaran kontrak baru berdurasi dua tahun (2017-2018) dari Yamaha.

Namun, hingga kini, pebalap Movistar Yamaha tersebut belum membuat keputusan apakah akan bertahan bersama tim pabrikan Jepang tersebut atau hijrah.

Tim pabrikan asal Italia, Ducati, dikabarkan tengah mengincar pebalap 28 tahun tersebut.

Manajer Tim Lorenzo di Movistar Yamaha, Wilco Zeelenberg, bisa memaklumi jika ada tim lain yang menginginkan pebalap Spanyol tersebut.

"Itu akan jadi keputusannya sendiri dan tidak hanya tergantung pada satu faktor. Dia sudah bersama Yamaha selama delapan tahun. Ada kemungkinan dia akan pergi," kata Zeelenberg.

Lorenzo memulai musim kesembilan-nya bersama Yamaha dengan menjuarai balapan GP Qatar, Minggu (20/3/2016).

"Namun, tentu saja dia cukup pintar untuk bertahan di Yamaha dan meraih dua gelar juara dunia lagi, atau mungkin tiga," ujarnya menambahkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rekan satu tim Lorenzo, Valentino Rossi, sudah menandatangani kesepakatan baru dengan Yamaha. Dia akan bertahan hingga akhir 2018. Rossi mendapatkan tawaran kontrak dari Yamaha secara bersamaan dengan Lorenzo.

Zeelenberg juga menyoroti persaingan pada seri pertama musim ini di Qatar.

"Balapan kemarin berjalan ketat. Saya sempat berharap Maverick (Vinales, Suzuki) akan bersaing di depan juga," kata pria Perancis tersebut.

"Para pebalap lain bisa mengikuti, tetapi Jorge mencatat putaran yang bagus dan bisa lebih cepat ketika bahan bakar semakin habis. Itu merupakan ciri khas dan karakternya," kata Zeelenberg.

Di Qatar, Lorenzo finis lebih cepat 2,019 detik dari Andrea Dovizioso (Ducati) yang finis di urutan kedua. Marc Marquez (Repsol Honda) finis di urutan ketiga.

Baca tentang


Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Hal yang Bikin Walter Zenga Terkesima dengan Timnas Italia di Bawah Mancini

Satu Hal yang Bikin Walter Zenga Terkesima dengan Timnas Italia di Bawah Mancini

Internasional
Jadwal Simulasi Olimpiade Tokyo, Marcus/Kevin dan Ginting Main Hari Ini

Jadwal Simulasi Olimpiade Tokyo, Marcus/Kevin dan Ginting Main Hari Ini

Liga Indonesia
Tonton Lagi Aksi Gareh Bale Versus Turki di Mola Melalui Kompas.com

Tonton Lagi Aksi Gareh Bale Versus Turki di Mola Melalui Kompas.com

Internasional
Profil Aaron Ramsey, Jenderal Lini Tengah Timnas Wales di Euro 2020

Profil Aaron Ramsey, Jenderal Lini Tengah Timnas Wales di Euro 2020

Sports
Denmark Vs Belgia, Laga Berat Tim Dinamit Tanpa Christian Eriksen

Denmark Vs Belgia, Laga Berat Tim Dinamit Tanpa Christian Eriksen

Internasional
Resmi Tinggalkan Real Madrid, Ini 4 Momen Terbaik Sergio Ramos bersama Los Blancos

Resmi Tinggalkan Real Madrid, Ini 4 Momen Terbaik Sergio Ramos bersama Los Blancos

Sports
Simulasi Olimpiade Tokyo, Kata Ahsan/Hendra Usai Tumbang oleh Pasangan Dadakan

Simulasi Olimpiade Tokyo, Kata Ahsan/Hendra Usai Tumbang oleh Pasangan Dadakan

Badminton
Pahlawan Olahraga dan Pahlawan Kesiangan

Pahlawan Olahraga dan Pahlawan Kesiangan

Sports
Profil Aleksei Miranchuk, Motor Kemenangan Perdana Rusia di Euro 2020

Profil Aleksei Miranchuk, Motor Kemenangan Perdana Rusia di Euro 2020

Sports
Jadwal Euro 2020 Hari ini, Belgia dan Belanda Berlaga

Jadwal Euro 2020 Hari ini, Belgia dan Belanda Berlaga

Internasional
'Sepatu Lionel Messi Akan Berlanjut di Lapangan Camp Nou...'

"Sepatu Lionel Messi Akan Berlanjut di Lapangan Camp Nou..."

Liga Spanyol
Jadi Man of the Match Laga Italia Vs Swiss, Ini Kata Locatelli

Jadi Man of the Match Laga Italia Vs Swiss, Ini Kata Locatelli

Internasional
Respons Coca-Cola soal Aksi Ronaldo: Setiap Orang Punya Selera Minuman Sendiri

Respons Coca-Cola soal Aksi Ronaldo: Setiap Orang Punya Selera Minuman Sendiri

Internasional
Profil Manuel Locatelli - Pernah Gagal di AC Milan, Kini Jadi Nyawa Tikitalia Gli Azzurri

Profil Manuel Locatelli - Pernah Gagal di AC Milan, Kini Jadi Nyawa Tikitalia Gli Azzurri

Sports
Pukul Pemain Persis Solo, Leonard Tupamahu Akhirnya Minta Maaf

Pukul Pemain Persis Solo, Leonard Tupamahu Akhirnya Minta Maaf

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X