Kompas.com - 25/03/2016, 19:23 WIB
Pebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, mengancingkan bajunya sebelum turun pada tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (2/2/2016). MOHD RASFAN/AFP PHOTOPebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, mengancingkan bajunya sebelum turun pada tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (2/2/2016).
EditorPipit Puspita Rini

KOMPAS.com - Pebalap Australia, Casey Stoner, jadi salah satu penonton yang hadir di Sirkuit Losail (Qatar) pada gelaran seri perdana MotoGP 2016, 17-20 Maret.

"Secara keseluruhan, balapan berjalan sesuai yang saya duga, tidak ada yang benar-benar dominan," kata duta sekaligus pebalap penguji Ducati tersebut.

"Tidak ada pebalap yang melaju sendiri di depan, termasuk Jorge (Lorenzo). Jelang akhir balapan, ketika pebalap lain membiarkan Jorge merasa nyaman, dia menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Stoner menambahkan.

Lorenzo yang mengendarai Yamaha YZR-M1 berhasil finis di urutan pertama dengan keunggulan 2,019 detik dari Andrea Dovizioso (Ducati) yang finis di urutan kedua.

Dovizioso berhasil mempertahankan posisinya dari serangan Marc Marquez (Repsol Honda) di tikungan terakhir sebelum finis.

"Belum ada yang bisa memaksimalkan ban Michelin, kalian bisa lihat dari waktu putaran. Kecepatan mereka masih naik turun, satu putaran mereka biasa saja, tatapi pada putaran berikutnya bisa 0,6 detik lebih ceapt. Hal itu sedikit unik," kata Stoner.

Michelin kembali ke MotoGP pada musim ini dan menjadi penyuplai tunggal ban, menggantikan Bridgestone.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak pebalap yang melakukan kesalahan dan melebar juga, tetapi menurut saya, Michelin menunjukkan bahwa mereka akan kompetitif. Dan mereka berhasil mematahkan rekor putaran saya sejak 2008!" ujar ayah satu putri tersebut.

Rekor putaran Stoner yang dicatat pada 2008 adalah 1 menit 55,153 detik. Lorenzo mematahkan rekor tersebut setelah menyelesaikan putaran ke-21 dari total 22 lap balapan dalam 1 menit 54,9 detik.

"Beberapa pebalap mengeluh, 'Saya tidak bisa menikung dengan cara seperti ketika masih memakai Bridgstone'. Oke, tetapi masih ada keuntungan yang lain, jadi manfaatkan itu," ujar pemegang dua gelar juara dunia MotoGP tersebut.

Stoner yakin, para pebalap pada akhirnya akan melupakan Bridgestone dan bisa beradaptasi dengan Michelin.

Meski kecewa karena pebalap Ducati, Andrea Iannone, gagal menyelesaikan balapan akibat terjatuh pada awal lomba, secara umum Stoner senang dengan balapan di Qatar.

"Sebagai penonton, menurut saya balapan kemarin fantastis dengan sedikit persaingan menarik jelang akhir balapan," ujarnya.

Setelah GP Qatar, Stoner menjalani tes tertutup bersama Ducati pada 21-22 Maret.



Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

Menang Sulit Lagi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Kata Praveen/Melati

Badminton
Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

Hari Ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Tokyo Alami Penurunan Jumlah Kasus Covid-19

Sports
Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Praveen/Melati Dipastikan Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Badminton
Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

Perbedaan Ukuran dan Berat Bola Futsal dengan Sepak Bola

Sports
Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Kata-kata Pertama Eko Yuli Usai Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping

Sports
Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

Profil Eko Yuli Irawan, Lifter Andalan Indonesia Peraih 4 Medali Olimpiade

Sports
Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Naik 2 Tingkat

Internasional
Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

Komentar Candra Wijaya Soal Tekanan yang Dihadapi Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo

Sports
Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

Sejarah! Eko Yuli Irawan Jadi Atlet Indonesia Pertama dengan 4 Medali Olimpiade

Sports
Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

Eko Yuli Irawan: Dulu Gembala Kambing, Kini Raih Perak Olimpiade Tokyo dan Ukir Sejarah

Sports
Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

Kejutan Bulu Tangkis Olimpiade, Pasangan Malaysia Peraih Perak di Rio 2016 Gugur

Badminton
Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Hongaria Kagum dengan Kualitas Ginting

Sports
BREAKING NEWS, Eko Yuli Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

BREAKING NEWS, Eko Yuli Tambah Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

Sports
Melihat Progres Jakarta International Stadium, Stadion Masa Depan Persija

Melihat Progres Jakarta International Stadium, Stadion Masa Depan Persija

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X