Kompas.com - 14/03/2016, 08:30 WIB
|
EditorTjahjo Sasongko

KOMPAS.com — Keberhasilan Praveen Jordan/Debby Susanto merebut gelar juara ganda campuran di All England 2016 seakan peringatan untuk mengembalikan kesadaran kita yang sudah melenceng.

Praveen/Debby menjadi juara dengan mengalahkan ganda andalan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dalam dua gim, 21-12, 21-17.  Bukan hanya menang, pasangan Indonesia ini membuat pasangan Denmark sepanjang pertandingan seperti kehilangan akal karena terus di bawah tekanan.

Bahkan, Fischer Nielsen pun tak menutupi luapan emosinya setiap kali melancarkan smes ke arah si Ucok, panggilan akrab Praveen Jordan. Begitu emosinya, Fischer Nielsen pun sampai berkali-kali salah mengingatkan Pedersen soal arah kok pukulan Jordan.

Ucok memang menjalankan peran dengan sangat baik untuk menggebuk setiap pengembalian lawan yang terlalu tinggi dari hasil pancingan Debby. Sementara itu, pukulan smes-nya pun termasuk "aneh" karena hampir selalu dilakukan menyilang. Smes Praveen inilah yang membangkitkan emosi Fischer Nielsen dan pemain China, Zhang Nan, di babak semifinal.

Namun, di atas semua itu, kita melihat kematangan Debby Susanto sebagai pengatur irama pertandingan. Debby memiliki ketenangan seperti yang dimiliki dua seniornya, Liliyana Natsir dan Vita Marissa, selaku "jendril" lapangan.

BADMINTONINDONESIA.ORG Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, mencium trofi juara All England 2016 yang didapat setelah mengalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, di Birmingham, Minggu (13/3/2016).

Penempatan kok dengan sudut pengambilan yang rendah di depan net memang menyulitkan lawan-lawan bertubuh tinggi seperti Christinna Pedersen di babak final dan Zhao Yunlei di babak semifinal. Kedua pemain berpengalaman ini seperti pemain pemula yang bingung dengan penempatan pukulan Debby.

Sementara itu, sebagai seorang yang lebih senior—Debby (26) dan Praveen (22)—Debby mampu meredam emosi rekannya. Berkali-kali, Debby terdengar mengatakan, "Sabaaarrr... atau tahannnn..." setiap kali Ucok melancarkan smes ke arah lawan mereka.

Tentu saja saat ini berlaku prinsip "winner takes it all". Kalau lagi menang, bicara apa saja juga terdengar enak. Namun, yang lebih penting lagi, kemenangan Debby/Praveen menumbuhkan harapan lagi kepada kita tentang peluang mengembalikan tradisi medali dan medali emas di arena Olimpiade yang hilang di London 2012.

Harapan medali emas kini tak lagi terpaku pada dua nama pasangan, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad. Setidaknya, perhatian kubu lawan kini juga bisa terpecah dengan adanya ganda campuran lain dari Indonesia ini.

Sementara itu, keberhasilan ini juga semoga saja mengembalikan kesadaran kita semua tentang potensi sesungguhnya pada olahraga Indonesia. Atmosfer All England 2016 telah menunjukkan potensi utama yang kita miliki, semangat juang para atlet dan dukungan penonton asal Indonesia di Barclaycard Arena, Birmingham.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Internasional
Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Semifinal Piala AFF U16 2022 Indonesia Vs Myanmar

Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Semifinal Piala AFF U16 2022 Indonesia Vs Myanmar

Liga Indonesia
Awal Manis Indonesia di Islamic Solidarity Games, Raihan Dua Medali Jadi Bukti

Awal Manis Indonesia di Islamic Solidarity Games, Raihan Dua Medali Jadi Bukti

Sports
Hasil PSM Vs Kedah: Bermain 9 Orang, Laskar Juku Eja ke Final Piala AFC 2022 Usai Menang 2-1

Hasil PSM Vs Kedah: Bermain 9 Orang, Laskar Juku Eja ke Final Piala AFC 2022 Usai Menang 2-1

Liga Indonesia
Hasil Drawing Japan Open 2022, Anthony Ginting dan Viktor Axelsen Satu Jalur

Hasil Drawing Japan Open 2022, Anthony Ginting dan Viktor Axelsen Satu Jalur

Badminton
Pelatih Myanmar Tak Gentar dengan Kualitas Indonesia, Siap Tempur sampai Adu Penalti

Pelatih Myanmar Tak Gentar dengan Kualitas Indonesia, Siap Tempur sampai Adu Penalti

Liga Indonesia
HT PSM Vs Kedah: Berhias Banjir Peluang dan Gol Hasil Kerja Sama Apik, Juku Eja Unggul 1-0

HT PSM Vs Kedah: Berhias Banjir Peluang dan Gol Hasil Kerja Sama Apik, Juku Eja Unggul 1-0

Liga Indonesia
Update Transfer: Leipzig Menangi Perburuan Sesko, Kostic ke Juventus, Rabiot Akhiri Saga De Jong? 

Update Transfer: Leipzig Menangi Perburuan Sesko, Kostic ke Juventus, Rabiot Akhiri Saga De Jong? 

Sports
Cristiano Ronaldo Seharusnya Jadi Starter Saat Man United Ditekuk Brighton

Cristiano Ronaldo Seharusnya Jadi Starter Saat Man United Ditekuk Brighton

Liga Inggris
Semifinal Piala AFF U16 2022: Indonesia Antisipasi Senjata Myanmar

Semifinal Piala AFF U16 2022: Indonesia Antisipasi Senjata Myanmar

Liga Indonesia
PT LIB Temui Langsung Bonek untuk Umumkan Revisi Jadwal Malam Home Persebaya

PT LIB Temui Langsung Bonek untuk Umumkan Revisi Jadwal Malam Home Persebaya

Liga Indonesia
Link Live Streaming PSM Vs Kedah FC, Kickoff 18.00 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Kedah FC, Kickoff 18.00 WIB

Liga Indonesia
Awal Era Sepak Bola Modern

Awal Era Sepak Bola Modern

Sports
Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2022, Chico Diundang

Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2022, Chico Diundang

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.