Kompas.com - 04/02/2016, 01:45 WIB
Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, memacu motornya pada hari ketiga tes pramusim MotoGP 2016 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (3/2/2016). MOHD RASFAN/AFP PHOTOPebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, memacu motornya pada hari ketiga tes pramusim MotoGP 2016 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (3/2/2016).
EditorPipit Puspita Rini
SEPANG, KOMPAS.com - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mencatat putaran bagus jelang berakhirnya hari ketiga tes pramusim MotoGP 2016 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (3/2/2016).

Dia menutup hari terakhir tes dengan berada di urutan ketiga daftar pencatat waktu tercepat. Namun, secara keseluruhan dia mengaku mengalami kesulitan dengan RC213V.

"Kami mengalami kesulitan dan jauh dari yang kami inginkan. Ini jadi tanda tanya besar karena masalah saya adalah di elektronik. Kami terlalu jauh dari level seharusnya," kata Marquez.

Pebalap 22 tahun tersebut mengaku sempat mengalami kesulitan dengan ritme. Balapan memang sempat terhenti hampir dua jam karena hujan yang turun pada siang hari.

Marquez memilih untuk berkonsentrasi dengan mesin baru. Dia tidak mencoba mesin 2016 yang dia pakai pada tes terakhir tahun lalu.

Pebalap Spanyol tersebut juga mengaku belum memacu motornya hingga batas maksimal selama menjalani tes di Sirkuit Sepang.

"Saya tidak memacu motor 100 persen karena jika dilihat dari dua hari sebelumnya, saya tidak mengalami kecelakaan! Saya melihat bahwa level motor belum siap untuk putaran gebrakan," kata Marquez.

"Tentu saja saya memacu motor, tetapi tidak seperti saat kualifikasi. Dan andai kata pun saya berusaha maksimal, kami tetap jauh dari para pebalap Yamaha," ujarnya menambahkan.

Marquez mengatakan, jika dia memacu motor hingga maksimal mungkin saja selisih waktunya (1,303 detik) dengan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) sebagai pebalap tercepat akan terpangkas. Namun, tidak untuk ritme secara keseluruhan.

Dia juga menjelaskan bahwa Repsol Honda tidak mendapatkan keuntungan dengan informasi dari tim open yang memakai ECU standar dalam dua musim terakhir.

"Kami tidak bisa memakai data tersebut karena mesin kami sangat berbeda dengan motor open. Mungkin Ducati memakai mesin dan elektronik yang lebih mirip," ujar pemilik dua gelar juara dunia kelas premier tersebut.



Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X