Tangis Petenis buat Negerinya

Kompas.com - 23/01/2016, 14:57 WIB
Milos Raonic Milos Raonic
EditorTjahjo Sasongko

MELBOURNE, Kompas.com — Satu hal yang paling ditakuti atlet saat bertanding di luar negeri adalah mendengar kekacauan di negaranya.

Hal seperti ini pernah dirasakan anggota tim Piala Thomas dan Uber Indonesia saat bertanding dalam putaran final di Hongkong pada 1998. Saat itu kondisi Tanah Air dikoyak serangkaian kerusuhan yang dikenal sebagai Tragedi Mei 1998.

Hal serupa kini dirasakan oleh petenis Kanada, Milos Raonic. Petenis dengan pukulan servis yang keras ini baru saja lolos ke babak keempat turnamen grand slam Australia Terbuka, Sabtu (23/1/2016), dengan menyingkirkan Victor Troicki 6-2, 6-3, 6-4.

Namun, seusai pertandingan di Margaret Court Arena ini, Raonic mengaku bertanding dengan kesedihan mendengar peristiwa penembakan yang membawa korban 4 siswa di Saskatchewan, di Kanada.

"Saya ingin mengingat para korban, komunitas, keluarga, para murid, dan sekolah yang terkena dan mengharapkan yang terbaik buat kalian," kata Raonic. "Kemenangan hari ini saya persembahkan buat masyarakat dan upaya pemulihan. Seluruh Kanada dan tentunya dunia mendukung Anda," ujar Raonic.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X