Kompas.com - 11/12/2015, 22:51 WIB
Menpora Imam Nahrawi Menpora Imam Nahrawi
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com — Menpora Imam Nahrawi menyebutkan, Presiden Jokowi memutuskan bahwa pesta olahraga Asian Games 2018 merupakan hajat nasional. Maka dari itu, semua pihak, termasuk kementerian/lembaga, masyarakat, dan DPR, harus bersatu padu dalam satu tekad mempersiapkan sebaik mungkin.

Didampingi Sesmenpora Alfitra Salamm dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, Menpora mengikuti rapat konsolidasi tingkat menteri bersama dengan Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani untuk membahas tentang persiapan pelaksanaan Asian Games ke-18 tahun 2018.

Seusai rakor, Menpora bersama Menko PMK kemudian melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/12/2015) siang.

Menurut Imam yang ditemui seusai rapat, Presiden telah memutuskan bahwa Asian Games merupakan hajat nasional, maka semua pihak, termasuk kementerian/lembaga, masyarakat, dan, DPR, harus bersatu padu dalam satu tekad mempersiapkan sebaik mungkin.

"Hal ikhwal yang terkait dengan kendala, penganggaran, hibah wisma atlet, GBK, dan semuanya harus segera dicarikan jalan keluar. Jangan sampai pemerintah terkesan tidak memulai, maka harus ada report, dan report itu harus dimulai Desember ini," jelas Menpora.

Menurut Menpora, report nantinya akan berbentuk payung hukum atau inpres, termasuk membentuk satgas-satgas yang cepat, baik infrastruktur maupun hal lainnya yang mendukung percepatan. "Inpres kemungkinan Desember ini akan diterbitkan dan inpres ini nantinya yang akan memayungi semua kementerian/lembaga untuk bekerja lebih cepat," lanjut Menpora.

Disinggung mengenai wisma atlet yang hingga kini masih belum jelas, Menpora mengatakan, hari ini masalah wisma atlet memang dianggap paling krusial. Maka dari itu, diserahkan kepada Mensesneg, Menkeu, dan Gubernur DKI Jakarta untuk melakukan percepatan. "Semoga sebelum Desember ini berakhir beberapa ground breaking bisa segera dimulai," kata Menteri asal Bangkalan, Madura, ini.

Selain Menpora dan Menko PMK Puan Maharani, rapat ini pun diikuti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PU-Pera, Kepala BPKP, Kepala LKPP, serta Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X