Kompas.com - 25/11/2015, 20:07 WIB
Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Tohir berkunjung ke Menpora Imam Nahrawi memebicarakan rencana penyelanggaraan Asian Games 2018. Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Tohir berkunjung ke Menpora Imam Nahrawi memebicarakan rencana penyelanggaraan Asian Games 2018.
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, Kompas.com - Menpora Imam Nahrawi bertemu dengan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang baru, Erick Tohir membicarakan  empat hal krusial terkait dengan pelaksanaan Asian Games 2018 dan peningkatan prestasi olahraga.

Dalam pertemuan Rabu (25/11/2015) tersebut, Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Alfitra Salamm, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto.

Keempat hal tersebut yaitu Rencana Induk Asian Games 2018, mempersiapkan CdM dan kontingen Olimpiade, hal-hal terkait dengan struktur kepanitiaan dan percepatan persiapan Asian Games, dan menginventarisir event-event olahraga internasional agar diupayakan diselenggarakan di Indonesia, terutama terkait dengan olahraga kelautan dan kemaritiman.

"Saya ingin nanti KOI ini betul betul menjadi partner yang strategis pemerintah dalam mengembangkan pola pikir atlet dan stakeholder olahraga bahwa target prestasi olahraga adalam olimpiade, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pembibitan dan pengelolaan atlet secara komprehenshif dan terstruktur, hal konkrit kedepan adalah dengan membangun Indonesia Olimpic Centre di Cibubur," tutur Menpora.

Ketua Umum KOI pada kesempatan ini memaparkan Rencana Induk Pengembangan  KOI menghadapi Asian Games 2018 dan multi event lainnya. Erick Tohir menyampaikan bahwa, pada saat ini KOI sedang roadshow dengan berberapa statkeholder terkait dengan persiapan Asian Games 2018.

KOI berharap rencana induk ini menjadi hal yang disepakati bersama, karena ini menjadi juklak dan mengingat waktu sudah sangat mendesak karena pada tanggal 28 - 30 November 2015 OCA akan melaksanakan pertemuan di Jakarta terkait persiapan Asian Games 2018. "Pada kesempatan ini kami menyampaikan akan melaksanakan Launching Logo Asian Games 2018 di Bali, kami mengharapkan Presiden dapat hadir dalam acara ini," kata Erick.

Sementara Wakil Sekjen KOI Dasril Anwar ikut menyampaikan bahwa, rencana induk pengembangan Asian Games merupakan turunan dari Kepres 12 Tahun 2015 perihal Asian Games dengan 4 sasaran yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi kerakyatan dan sukses administrasi penyelenggaraan.

"Inpres ini sangat dibutuhkan, untuk menghindari tumpah tindih dalam persiapan pelaksanaan Asian Games, dan pesan terpenting adalah adanya keinginan yang besar Asian Games dapat mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat dan pembenahan moral masyarakat," kata Dasriel.

Menanggapi hal tersebut, Menpora menyampaikan bahwa akan mempercepat Inpres, tinggal substansi Inpres perlu disempurnakan, karena mempunyai keterkaitan dengan kementerian/lembaga lain mengenai tugas, fungsi dan penganggaran.

Selain itu Menpora ingin Januari 2016 sampai dengan Agustus 2018 dilaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Asian Games di seluruh propinsi, sehingga seluruh lapisan masyarakat mengetahui dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Asian Games 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X